Sketsa Motor Bapuk dan Tanjakan Ekonomi: Rasah Panik, Sing Penting Ora Mundur!

Bayangkan sebuah motor bebek lansiran tahun 70-an. Sebagian bodinya sudah diganti bodi motor lain pakai lilitan kawat karatan, knalpotnya hobi batuk-batuk mengeluarkan asap hitam pekat mirip petugas fogging yang lagi wara-wiri, dan rantainya mengeluarkan bunyi irama magis: kriyet... klethek... klothok...klothak...

Lalu, bayangkan motor legendaris ini dipaksa berboncengan bertiga, membawa beban berat karung beras, dan harus melewati tanjakan curam yang kemiringannya mirip lereng puncak Merapi—salah oper gigi sedikit, beda alam urusannya.

Nah, selamat datang di simulasi nyata kehidupan kita hari ini: Ekonomi Lagi Bapuk!

Sketsa Motor Bapuk dan Tanjakan Ekonomi: Rasah Panik, Sing Penting Ora Mundur!

Sebagai pengendara di atasnya—alias ya kita-kita ini, masyarakat umum yang budiman—situasi ini sukses bikin sport jantung harian gratis tanpa perlu bayar member gym.

Bunyi Mesin Mbrebet dan Tanggal Tua

Di atas motor ekonomi yang lagi glodakan ini, setiap hari bagaikan petualangan si Bolang—Bocah Ilang. Indikator bensinnya sudah lama mati (seperti harapan melihat saldo ATM di pertengahan bulan), jadi kita cuma bisa mengira-ngira pakai insting apakah hari ini kita bakal mogok atau tidak.

Saat harga sembako naik, bensin naik, sampai pajak PBB ikut naik (padahal tanah kita enggak nambah luas), itu rasanya seperti knalpot motor kita tiba-tiba lepas di jalan. Breeenggg! Bising dan bikin malu.

Mau diperbaiki ke bengkel, tapi montirnya (baca: dompet kita) cuma bisa geleng-geleng kepala sambil bilang:

"Iki kudu ganti total, Mas, tapi duite sing raono."

Belum lagi kalau ada bunyi kletek-kletek dari mesin—itu adalah bunyi notifikasi tagihan paylater atau pengeluaran dadakan, seperti anak minta uang studi tur atau tiba-tiba ada kondangan tiga kali seminggu.

Di titik ini, muka kita yang naik motor sudah tidak ada estetisnya sama sekali: mata melotot, gigi merapat, dan tangan megang stang kencang-kencang sambil merapal doa sapu jagat. Mumet ndasku, mase!

Trik Survival ala Pembalap Veda Pratama

Tapi dasar mental warga Konoha, sekaya-kayanya kita adalah kaya akan akal. Menghadapi motor ekonomi yang megap-megap ini, lahirlah trik-trik survival yang kalau dilihat-lihat kok ya kreatif sekaligus bikin pengen ketawa:

  • 🏍️ Gaya Zig-zag Aerodinamis: Kalau tanjakan terlalu tinggi dan motor enggak kuat, kita jalannya zig-zag. Dalam realitas ekonomi, ini adalah seni side-hustle alias kerja serabutan. Ibarat siang jadi admin kantor, sore jualan makaroni pedas, malam jadi makelar motor gaib. Yang penting dapur tetap ngebul!
  • 🙈 Nundukin Kepala biar Streamline: Ini taktik menahan gengsi. Kepala ditundukkan, mata fokus ke depan, enggak usah tengok kanan-kiri melihat tetangga beli mobil baru. Kalau diajak nongkrong di kafe mahal, langsung pasang posisi nunduk sambil bilang, "Lagi sariawan usus, bray, di rumah saja ngopi sasetan."
  • 🦶 Kaki Turun Ikut Nyeker: Ketika mesin sudah mau mati karena beban terlalu berat, kaki pengendara dan penumpangnya terpaksa turun ke aspal buat ikut mendorong. Ini adalah potret gotong royong keluarga zaman sekarang. Suami, istri, sampai anak remaja, semuanya ikut putar otak cari recehan demi membantu "mesin" rumah tangga biar enggak melorot ke jurang.

Jangan Keburu Ambyar, Gas Tipis-Tipis!

Memang, naik motor bapuk di tanjakan curam itu melelahkan hati, jiwa, dan raga. Betis pegal, muka penuh asap knalpot, dan taruhan separo nyawa. Tapi, ada satu hal yang bikin kita harus tetap optimis: Kita masih mampu bergerak maju walau se-iprit.

Biar se-tersendat apa pun jalannya, selama mesinnya belum meledak dan kita enggak memutuskan buat melompat turun, kita masih punya kesempatan buat sampai ke puncak. Alon-alon waton kelakson.

Lagian, bayangkan indahnya nanti kalau ekonomi sudah mulai stabil. Kita yang sudah terlatih naik "motor bapuk" ini bakal punya mental sekuat baja. Begitu dikasih "motor matic baru" yang mulus, jalanan sekering dan tikungan setajam apa pun bakal kita lahap dengan santai sambil lepas stang. Minggiiir....Wiiirrrrr!

Ekonomi boleh saja bapuk, tapi daya juang kita jangan sampai ikut rongsok. Kalau motor kehidupanmu hari ini rasanya sudah mau mati mesin, pinggirkan dulu sebentar, standar dua, lalu dinginkan kepala sambil minum es teh jumbo tiga ribuan. Gluk..gluk...aahhh..suegerrr....ora ngising ra popo, sing penting nguyuh!

Nanti kalau napas sudah kembali tenang, mari kita engkol lagi mesinnya bareng-bareng. Rasah sepaneng, jalani wae, sing penting ora ndlosor mundur!

─── ❀✿❀ ───
Lebih baru Lebih lama
Rekomendasi Buku Minggu Ini
Rahasia Berpikir Positif
Rahasia Berpikir Positif
Penulis: Haidar Musyafa
Pikiran sering kali menjadi kompas utama yang menentukan arah hidup kita, terutama saat badai kesulitan datang menerjang...
Melalui buku Rahasia Berpikir Positif karya Haidar Musyafa yang diterbitkan oleh Syalmahat Publishing, Anda akan diajak menyelami kiat-kiat praktis untuk mengenali struktur pikiran serta memaksimalkan potensinya demi membentuk pribadi yang optimis dan berdaya. Buku setebal 212 halaman dengan cetakan bookpaper berukuran 14 x 20 cm ini hadir sebagai panduan esensial untuk membekali diri menghadapi berbagai tantangan, karena pada akhirnya, kemampuan mengelola pikiran positiflah yang menjadi fondasi utama dalam meraih kesuksesan tanpa batas baik di dunia maupun di akhirat.
Show More
Harga: Rp 44.100
Cek di Shopee