Memelihara dan bermain dengan burung merpati (ada yang menyebut burung dara) sudah menjadi hal umum di kalangan anak-anak era 80-an. Begitu juga di kampungku, teman-temanku bisa memiliki beberapa pasang burung merpati, bahkan ada yang memiliki sampai belasan pasang. Aku sendiri? Tidak memiliki satu ekor pun, karena orang tuaku tidak mau membelikannya.