Selasa, 17 Juli 2018

Pengumuman Bagi Pengunjung Blog


Heru Notodirjo - www.jogjaharmoni.com

Sejak hari ini, Selasa 17-07-2018, Blog Java Harmony untuk sementara TIDAK KAMI UPDATE lagi sampai waktu yang belum bisa kami tentukan. Admin blog baru sibuk berkarya di dunia nyata (offline) dan hanya ada sedikit waktu buat mengelola situs2 admin yang cukup banyak. Sehingga kami memutuskan untuk lebih fokus ke pengembangan situs baru kami di www.jogjaharmoni.com

Namun demikian blog ini masih bisa diakses seperti biasa meski belum aktif lagi untuk melakukan update posting terbaru kami. Anda masih bisa menghubungi kami melalui nomor WA yang tercantum di blog ini jika ingin melakukan pemesanan lukis wajah pirografi atau meminta info lebih lanjut. Komentar2 baru yang anda kirim di blog ini, untuk sementara akan ter-pending.


Untuk tetap bisa mengetahui karya-karya terbaru kami, silahkan anda kunjungi situs baru kami di www.jogjaharmoni.com atau klik DISINI !
Baca selengkapnya

Sabtu, 26 Mei 2018

Dongeng Tentang Reformasi - Bagian 3


Salah seorang yang menjadi tokoh kunci keberhasilan reformasi 98 adalah Cak Nun (MH Ainun Najib). Pejuang, Jurnalis, Budayawan dan seabrek predikat lain yang melekat padanya (beliau nggak suka dipanggil kyai, ustad, bahkan ulama). Sepak terjang beliau dalam mendorong perubahan 20 tahun lalu cukup besar. Namun Cak Nun yang rendah hati dan bersahaja, tidak pernah menghitung-hitung jasa yang telah diberikan untuk bangsa ini. Beliau juga bukan tipe orang yang kemaruk jabatan dan gila kedudukan, beda dengan reformis lainnya. Begitu pula Sri Sultan HB X, dimata saya, beliau juga pejuang reformasi yang sejati.

Mbarang jantur jajah desa milang kori, itulah kegiatan mbah Nun (Cak Nun) sekarang, bersama Pengajian Padang Bulan dan Gamelan Kyai Kanjeng. Berkeliling dari desa ke desa mengadakan Sinau / Ngaji Bareng yang selain membangun kesadaran ruhani umat islam, sekaligus memberikan pendidikan politik secara sederhana untuk masyarakat kecil di pedesaan. Sebelum rezim sekarang mencanangkan pembangunan (fisik) dari pinggiran, Mbah Nun telah memulainya lebih dulu dengan membangun mental-ruhani masyarakat pinggiran.

Disaat para reformis mengaku paling berjasa dan sibuk berebut kekuasaan, Mbah Nun memilih laku prihatin demi kebaikan anak-cucu bangsa Indonesia. Semoga Allah SWT memuliakan Mbah Nun dan seluruh anak cucunya, juga jamaah dan para pengikutnya. Amin.

-Tamat-
Credit image:Robbi Gandamana
Baca selengkapnya

Minggu, 20 Mei 2018

Manusia Baik dan Manusia Buruk


Dalam ceramah hari pertama shalat tarawih bulan ramadhan tahun 1439 H disampaikan langsung oleh pengurus takmir masjid yaitu sdr H Achmad Mustafid, SAg. MHum. Meskipun beliau belum termasuk 200 ustad recommended versi Depag, tapi isi tausiyahnya cukup menarik dan selalu berkenaan dengan kehidupan orang kampung sehari-hari.

Beliau sampaikan tentang manusia baik dan manusia buruk. Tema yang kelihatan ringan tapi sesungguhnya ini termasuk inti dari kehidupan manusia. 

Manusia baik bukanlah manusia yang tidak pernah salah, tidak pernah berbuat dosa. Tidak ada manusia yang sempurna. Karena hanya Rasulullah Muhammad SAW saja yang maksum, yang terjaga perilakunya oleh Allha SWT. Manusia baik adalah manusia yang amalan kebaikannya lebih banyak ketimbang keburukannya. Dan manusia buruk adalah manusia yang perilaku buruknya lebih dominan ketimbang amal kebaikannya.
Manusia baik adalah manusia yang Allah masih mau menyembunyikan aib-aibnya, dosa masa lalunya, perbuatan tercela yang hanya Allah yang mengetahuinya. Dan manusia baik selalu menyesali atas dosa dan kesalahan dimasa lalu dan tidak berputus dalam memohon ampunan-Nya.

Tema sederhana yang membuatku terus-menerus berpikir dalam perjalanan pulang dan ketika sampai dirumah. Tema yang membuat hati ini gembira karena yakin Allah Yang Maha Penyayang pasti tetap membukakan pintu kebaikan untuk manusia buruk sepertiku, dan memberikan kesempatan luas kepada manusia semacam aku untuk memperbanyak kebaikan dan mulai meninggalkan keburukan.

Credit image: www.hddesktops.com
Baca selengkapnya

Dongeng Tentang Reformasi - Bagian 2


Aksi Para Badut

Sesungguhnya aku sangat malez (pake z) ngomong soal politik. Tapi kondisi negeri tercinta akhir-akhir ini memang mengkhawatirkan. Semua ini akibat ulah para badut politik yang sudah tidak lucu lagi.

Cita-cita reformasi dahulu untuk mengkoreksi segala praktek yang keliru yang dilakukan rezim Orde Baru. Terutama semangat memberantas KKN (Korupsi-Kolusi-Nephotisme. Redistribusi kekuasaan agar tidak hanya bertumpu pada kewenangan pusat (Jakarta) melalui otonomi daerah. Kebebasan menyampaikan pendapat dan mengkritik jalannya pemerintahan, dan banyak lagi cita-cita muluk lainnya.

Namun sayang apa hendak dikata?...Reformasi hanyalah menjadi tenda sirkus yang besar tempat para badut politik menunjukkan kemahirannya berkhianat atas cita-cita mulia reformasi. Semua yang dulu dianggap buruk di masa pemerintahan Soeharto, tanpa malu-malu lagi dipraktekkan dan dilanggengkan. Apa yang dulu sudah bagus di jaman Pak Harto, justru malah di-eliminir.


Negara terkotak-kotak, otonomi daerah hanya menghasilkan dinasti-dinasti raja kecil yang korup, pers dan jurnalis hanya jadi buzzer partai politik sang pemilik media. Kedaulatan ekonomi terenggut, kemandirian bangsa terkoyak dan pembangunan berjalan tanpa arah.

credit image: www.desktopimages.com
Baca selengkapnya

Selasa, 15 Mei 2018

Happy Wedding Tommy and Kiki


Lukisan wajah pirografi diatas papan kayu berjajar. Ukuran 33cm x 45cm tanpa frame. Menggunakan papan kayu jenitri. Ingin pesan lukisan seperti ini? Siapkan dana 200K saja (tanpa frame) atau 250K sudah termasuk frame bahan polystiren. Harga tidak termasuk ongkos kirim lho ya...😅

 
Baca selengkapnya