Danang, remaja yang masih mengenakan seragam putih abu-abunya, duduk mematung di salah satu bangku di warung kopi Bu Benu. Matanya menerawang kosong. Hatinya galau. Sesekali ia melirik map berisi ijazah yang baru saja diambil dari sekolah, sembari menarik dan mengembuskan napas pasrah.