Di bawah pohon Waru tua yang akarnya menjalar bagai urat nadi bumi, beberapa orang tampak duduk melingkar di atas tikar pandan yang sudah mulai menguning. Udara sore itu terasa lengket, tapi angin semilir membawa aroma tanah yang sedikit basah—sisa hujan deras siang tadi yang sempat bikin kampung sepi sejenak. Genangan air di pelataran warung Mbak Siti masih memantulkan cahaya matahari sore yang mulai condong ke barat, menciptakan siluet keemasan di antara dedaunan.