Mendengarkan Dagelan Mataram "Basiyo mBecak" bukan sekadar urusan tertawa. Ini adalah perjalanan mesin waktu ke masa lalu, di mana kesederhanaan hidup justru melahirkan humor yang paling jujur dan cerdas. Meskipun rekaman ini sudah berusia puluhan tahun, kelucuannya tak pernah luntur, justru semakin relevan jika kita tarik ke konteks kehidupan masa kini.
Kisah ini bermula dari kesederhanaan: Pak Ardjo Gepeng dan sang istri, Bu Tik, hendak pergi ke acara kondangan. Karena keterbatasan kendaraan umum, mereka memutuskan menyewa jasa tukang becak. Namun, di sinilah letak komedinya: tukang becak yang diperankan oleh mendiang Pak Basiyo adalah sosok yang nganyelké (menggemaskan) dan penuh dengan akal bulus untuk menaikkan tarif.
Bedah Pesan Moral dalam "Basiyo mBecak"
Perselisihan antara penumpang dan tukang becak ini akhirnya harus diselesaikan di kantor kelurahan. Di sinilah letak kecerdasan naskah dagelan ini. Bukan hanya sekadar tawa, ada tiga poin penting yang bisa kita petik:
1. Emansipasi yang Wajar dan Alami
Dalam dagelan ini, sosok Bu Tik digambarkan sebagai wanita yang aktif membantu ekonomi keluarga, sementara sang suami, Ardjo Gepeng, justru tampak kurang memiliki pekerjaan tetap. Jauh sebelum isu kesetaraan gender meledak di era modern, Pak Basiyo Cs sudah mengangkat realita konco wingking yang sebenarnya memiliki peran vital dalam dapur ekonomi keluarga. Ini adalah potret emansipasi yang tidak dipaksakan, namun tersaji secara alami melalui kehidupan sehari-hari.
2. Transformasi Peran Pemimpin (Sosok Pak Lurah)
Karakter Pak Lurah dalam cerita ini merepresentasikan sosok pemimpin tradisional yang bijaksana. Beliau tidak hanya sekadar duduk di balik meja sebagai administrator, tetapi turun langsung menjadi penengah (problem solver) yang mampu mengurai benang kusut masalah warganya dengan akal sehat dan kebijakan. Sebuah kontras yang menarik jika dibandingkan dengan tuntutan jabatan pemimpin masa kini yang seringkali terjebak dalam tumpukan dokumen administratif.
3. Kritik Sosial tentang Kejujuran
Akal bulus si tukang becak untuk mendapatkan uang lebih adalah cerminan perilaku yang "menghalalkan segala cara". Namun, melalui alur cerita, kita diingatkan bahwa segala bentuk tipu muslihat pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri. Dagelan ini memberikan kritik sosial yang menohok namun tetap dibalut dengan tawa.
Tips Menikmati Dagelan Klasik
Agar terasa lebih syahdu, saya sarankan untuk mendengarkan rekaman ini menggunakan headset di waktu santai, terutama di malam hari sambil menikmati kopi. Pejamkan mata, biarkan imajinasi Anda bekerja, dan rasakan suasana masyarakat Jawa masa lalu yang bersahaja. Selamat bernostalgia!
Basiyo mBecak Dagelan Mataram Bahasa Jawa oleh Basiyo Cs-Yogyakarta.🎧

Posting Komentar