HOME
Java Harmony
Explore social issues, discover inspiring lifestyles, find honest product reviews, and delve into the world of hobbies with this personal blog.

Mewaspadai Pintu Masuk Kejahatan Melalui Internet

Mewaspadai Pintu Masuk Kejahatan Melalui Internet di Media Social.

Pendahuluan

Meningkatnya aktifitas masyarakat dalam penggunaan media digital dan internet, turut mengundang pula beragam modus kejahatan melalui teknologi internet. Paling umum menimpa masyarakat adalah menjadi korban bullying, pelecehan seksual dan penipuan.

Mewaspadai Pintu Masuk Kejahatan Melalui Internet

Bullying artinya penindasan atau risak, yaitu merupakan beragam bentuk penindasan atau kekerasan yang sengaja dilakukan oleh satu atau sekelompok orang yang lebih kuat atau merasa lebih berkuasa terhadap orang lain dan perbuatan tersebut dilakukan terus-menerus dengan tujuan menyakiti korban.

Sedangkan pelecehan seksual melalui internet banyak dilakukan akun-akun anonim maupun menggunakan profil dan identitas palsu dengan tujuan pelampiasan hasrat seksual tidak normal kepada korbannya. Modus yang sering terjadi biasanya diawali dengan mengirimkan foto alat kelamin, bisa foto alat kelamin si pelaku sendiri atau menggunakan foto alat kelamin orang lain yang di download lewat intenet. Kemudian mengirimkannya melalui pesan pribadi kepada korban yang menjadi target sasaran. Umumnya korban lebih banyak dari kalangan remaja putri, wanita dewasa dan para ibu-ibu.

Penipuan melalui internet lebih beragam modusnya dan lebih komplek prmasalahannya. Intinya mengambil keuntungan secara tidak sah terhadap korban yang dijadikantarget, sehingga korban mengalami kerugian, baik kerugian secara materi maupun nama baik yang tercemarkan.

Media Sosial Sebagai Pintu Masuk Beragam Kejahatan Penipuan

Tindak kejahatan penipuan paling sering menimpa pengguna akun; Facebook, Instagram, Whatsapp, situs dating (situs kencan/cari jodoh secara online). Dan yang juga marak akhir-akhir ini adalah penipuan melalui marketplace atau situs jual-beli secara daring (dalam jaringan=online) dan penipuan melalui pinjaman online (pinjol) ilegal.

Para pelaku kejahatan penipuan biasanya mempelajari calon korbannya dengan mengamati aktifitas calon korbannya dari media sosial. Mereka mengintip siapa Anda, dimana Anda tinggal, kondisi rumah Anda, pekerjaan Anda, siapa saja lingkaran keluarga Anda, siapa saja teman-teman Anda baik teman-teman satu hobi, teman sekolah maupun teman di internet.

Coba perhatikan baik-baik di Facebook misalnya, bukankah di sana ada fitur untuk menggolongkan/klasifikasi pertemanan seperti, lingkaran keluarga, family, teman sekolah dan lain sebagainya. Dari instagram, para penjahat akan mempelajari gaya hidup Anda yang Anda unggah foto-fotonya melalui Ig, rumah Anda, suasana kantor Anda, hobi anda dan lain sebagainya. Begitu mereka mengantongi data lengkap, maka disusun strateginya dan kemudian melancarkan aksinya kepada calon korban. Bisa aksi kejahatan tersebut dilakukan perorangan, namun tak jarang dilakuan secara berkelompok oleh para penipu profesional.

Untuk modus-modus penipuan melalui whatsapp akan saya tulis dalam artikel lain yang khusus membahas tertang hal tersebut.

Tutup Pagar Rapat-Rapat

Dalam bermain media sosial jangan semua tentang Anda dapat diakses secara publik. Atur secara ketat profil media sosial Anda hanya bisa dilihat oleh teman-teman dekat yang sudah Anda kenal secara offline. Jangan membuka peluang untuk menjalin pertemanan dengan profil-profil akun medsos yang tidak jelas.

Kita mungkin sering mengunggah foto, video atau suatu catatan penting kemudian diatur secara privat. sehingga hanya Anda yang bisa mengakses atau melihat yang Anda unggah. Apa gunanya??😕 Kalau sesuatu yang diunggah dan kita tidak ingin orang lain tahu...ya tidak perlu diunggah..lah. Foto, video, dokume privat sebaiknya tetap disimpan secara offline, tidak perlu di-upload ke internet sekalipun sudah di stel ke pengaturan privat. Jika akun kita jatuh ke tangan orang lain (Naudzubillah min dzaalik) , semua yang telah anda atur secara privat tersebut akan mudah dipublikasikan. Dan orang akan mengira kalau Anda sendiri yang melakukannya, padahal akun Anda sedang dalam penguasaan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Semakin sedikit tentang profil Anda yang bisa dilihat publik...semakin baik.

Berbeda halnya jika Anda berniat menjadi selebriti di media sosial (Seleb Medsos ataupun Selebgram). Anda harus merencanakan dengan baik, mau membuat akun pribadi, akun official (akun resmi) atau bentuk halaman penggemar (fanspage). Bekerjalah secara tim, unggah hanya bakat dan karya-karya Anda seperti melukis, menyanyi, komedi, memainkan alat musik, memasak, dan lain sebagainya. Anda juga bebas mengunggah aktifitas lain yang masih ada hubungannya dengan pekerjaan/hobi yang Anda tekuni. Tapi untuk mengumbar aktifitas yang sebetulnya menjadi wilayah privat Anda dan tidak ada hubungannya dengan kegiatan selebritas yang sedang Anda bangun, sebaiknya Anda harus memikirkannya secara matang...berulang dan berulang Anda pikirkan lagi. Bagaimanapun, jejak digital yang telah terlanjur tersebar....akan sulit dihapus.

Posting Komentar