HOME
Java Harmony
Explore social issues, discover inspiring lifestyles, find honest product reviews, and delve into the world of hobbies with this personal blog.

Makna Tersembunyi dari Lambang Kota Yogyakarta

Makna Tersembunyi dari Lambang Kota Yogyakarta.

Pendahuluan

Salah satu pengertian 'lambang' menurut KBBI  adalah sesuatu seperti tanda (lukisan, lencana, dan sebagainya) yang menyatakan suatu hal atau mengandung maksud tertentu. Berikut ini kita akan kupas makna tersembunyi dari lambang kota Yogyakarta.

Makna Lambang Kota Yogyakarta

1. Memiliki perbandingan ukuran (lebar)18:25(tinggi) yaitu memperingati dimulainya perjuangan Pangeran Diponegoro melawan VOC Belanda pada tahun 1825.

2. Makna warna yang terkadung dalam lambang:

  • Hitam bermakna keabadian
  • Kuning'emas bermakna keluhuran
  • Putih bermakna kesucian
  • Merah bermakna keberanian
  • Hijau bermakna kemakmuran

3. Di bagian atas terdapat tulisan 'Mangayu Hayuning Bawana' yang memiliki arti; cita-cita untuk menyempurnakan masyarakat.

4. Bintang emas; bermaka cita-cita kesejahteraan yang dicapai dengan usaha dibidang kemakmuran. Padi; simbol pangan dan Kapas; simbol sandang.

5. Perisai; melambangkan pertahanan, sedangkan bentuk segi lima melambangkan Pancasila.

6. Tugu mengesankan/merujuk pada ikon Kota Yogyakarta

7. Dua sayap bermakna kekuatan yang seimbang. Keseimbangan lahir dan batin, material dan spiritual, kekuatan pemerintah dan rakyatnya. Juga memiliki makna keseimbangan dalam artian berkeadilan.

8. Gunungan melambangkan kebudayaan

9. Ringin Kurung (pohon beingin kurung) adalah simbol kerakyatan

10. Banteng melabangkan semangat dan keberanian

11. Keris bermakna perjuangan

Penutup

Penerbitan lambang Kotapraja Yogyakarta memiliki 2 sengkala (angka tahun yang diembunyikan dalam sebuah kalimat) yaitu:

  1. Gunaning Keris Anggatra Kotapraja (1953-merujuk pada tahun Masehi). guna=3, keris=5, anggatra=9, kotapraja=1. Membaca sengkala itu harus dibalik, jadi 1953 bukan 3591.
  2. Warna Hasta Samadyaning Kotapraja (1884-merujuk pada kalender Jawa) warna=4, hasta=8, madya=8, kotapraja=1. Jadi untuk kalender Jawa merujuk angka tahun 1884.

Posting Komentar