HOME
Java Harmony
Explore social issues, discover inspiring lifestyles, find honest product reviews, and delve into the world of hobbies with this personal blog.

Cara yang Benar Memisahkan Nomor Pribadi dan Nomor Kontak untuk Bisnis

Cara yang Benar Memisahkan Nomor Pribadi dan Nomor Kontak untuk Bisnis.

Pendahuluan

Cara memisahkan penggunaan nomor kontak pribadi dan bisnis dalam artikel di bawah ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi penggunanya. Ketidak hati-hatian dalam penggunaan nomor-nomor kontak yang kita miliki bisa membuka celah bagi maksud-maksud buruk dari pihak-pihakyang tidak bertanggung-jawab, seperti penipuan misalnya.

Para pelaku usaha mikro sudah akrab dengan smartphone yang umunya memiliki dua slot kartu telepon. Jadi memiliki dua nomor kontak sudah dianggap seuatu yang lumrah. Namun bagi para pelaku bisnis, pemisahan nomor kontak untuk bisnis dan kontak pribadi perlu memperhatikan beberapa hal yang ingin kami uraikan di bawah ini.

Penggunaan Nomor Pribadi

  1. Tempatkan di slot SIM 2 di smartphone Anda.
  2. Jangan mencantumkan nomor pribadi di profil Anda di internet maupun di profil media sosial yang Anda punya. Nomor kontak pribadi angan di publikasikan atas alasan apapun.
  3. Isi pulsa biasa, sekedar nomor bisa tetap aktif dan sebisa mungkin tidak usah ada paket internetnya.
  4. Batasi kontak pribadi Anda. Hanya keluarga inti dan kerabat dekat yang menyimpan kontak pribadi Anda. Bisa juga ditambahkan beberapa teman dekat yang Anda percaya, bisa mengetahui nomor pribadi Anda.
  5. Biasanya kita diharuskan mengisi nomor kontak dalam beberapa formulir jika sedang mengurus sesuatu. Isilah dengan nomor bisnis Anda, bukan nomor privat.
  6. Gunakan nomor pribadi ketika menghubungkan nomor kontak dengan akun bank atau akun dompet tronik lainnya. Jad ketika kita menggunakan layanan mobile banking misalnya, pengiriman kode OTP dikirim langsung ke nomor pribadi Anda. Hubungkan pula email utama Anda dengan nomorpribadi sebagai pengamanan/otentifikasi 2 langkah ketika membuka email untuk mencegah upaya pembobolan akun email kita.
  7. Isi pulsa nomor pribadi hanya dari pembelian pulsa melalui rekening mobile banking atau top up pulsa melalui dompet tronik. Jangan mengisi pulsa nomor kontak pribadi secara sembarangan di konter-konter pulsa pinggir jalan. Kalaupun Anda hendak mengisi pulsa untuk nomor pribadi, belilah pulsa isi ulang yang model gesek dan Anda lakukan pengisian sendiri.

Penggunaan Nomor Bisnis

  • Tempatkan kartu berisi nomor bisnis di slot SIM 1. Karena slot sim 1 biasanya mampu menangkap sinyal lebih kuat termasuk sinyal internet.
  • Nomor bisnis bisa untuk menghubungi dan dihubungi siapa saja. Bisa Anda cantumkan diprofil-profil Anda di internet seperti kontak di website yang Anda miliki maupun profil kontak di media sosial.
  • Usahakan jika membeli paket internet, hanya melalui sim 1 yang berisi nomor bisnis Anda.
  • Jangan menghubungkan nomor bisnis Anda dengan akun bank, akun mobile banking, e-wallet maupun portal pembayaran lainnya (payment gateaway). Karena nomor bisnis Anda sudah banyak diketahui jadi gunakan saja untuk komunikas dengan pelanggan maupun digunakan untuk mengisi paket internet.
  • Anda bisa mengisi pulsa di mana saja, di konter-konter penjual pulsa yang banyak kita jumpai di pinggir-pinggir jalan. Namun pehatikan ini, hal yang sering banget saya alami dan barangkali Anda juga sering/setidaknya pernah mengalaminya juga. Ketika selesai mengisi pulsa di pinggir-pinggir jalan, maka dalam 1-2 hari saya selalu mendapat SMS (dan juga pesan whatsapp) dari beberapa nomor yang tidak diketahui yang menawarkan pinjol, kredit motor ataupun barang elektronik. Dan pihak-pihak yang tidak jelas yang berupaya melakukan penipuan seperti ucapan selamat karena saya telah memenangkan hadiah sekian ratus juta dari shopee, Baim Wong official, MTronik, tawaran mengikuti lelang mobil dengan harga tidak masuk akal murahnya, promosi herbal da obat kuat, MLM kosmetik china dan lain sebagainya.
Baca juga: Pilih Whatsapp Bisnis atau Whatsapp Pribadi Untuk Usaha Mikro.

Penutup

Di era modern dan serba digital ini mau tidak mau kita juga harus melakukan penyesuain dalam gaya hidup, termasuk besentuhan langsung dengan dunia digital dan internet untuk memajukan bisnis mikro yang kita bangun. Namun kita juga harus memiliki kesadaran bahwa dibalik layar monitor komputer maupun handphone, ada juga musang-musang berbulu domba. Trend kejahatan di dunia maya juga ikut meningkat seiring beralihnya aktifitas masyarakat dari offline ke kegiatan online. Sikap mawas diri tetap harus jadi pegangan kita di dunia digital.

Posting Komentar