Rapat keluarga sore itu sebenarnya nggak ada apa-apanya. Cuma bahas rencana kondangan sepupu, siapa yang bawa apa, siapa yang jemput siapa. Tapi pas giliranmu ngusulin supaya jadwalnya digeser dua jam biar nggak kesorean di jalan — usul yang masuk akal, sudah dipikirkan matang-matang — tanggapannya cuman "wis, ngene wae, ora usah ribet." Kamu tahu usulmu benar. Kamu tahu kalau diikutin, semua bakal lebih enak. Tapi kamu diam. Dalam hati cuma bilang, "wis, sing waras ngalah," terus lanjut minum tehnya yang mulai anget-anget kuku.