Dulu, dulu banget nih, saya sering berpikir bahwa perasaan-perasaan berat yang mampir di hatiku adalah musuh yang harus dilawan. Ketika marah, saya berusaha menahannya sampai dada sesak. Ketika tersayat hati ini, saya mencoba melarikan diri dengan kesibukan. Aku merasa seperti berjalan membawa ransel yang terlalu penuh——ransel yang berisi kumpulan kekecewaan, tuntutan diakui, hingga rasa cemas yang tak berkesudahan. Kita sering kali berjalan membawa beban itu bertahun-tahun tanpa sadar, hingga akhirnya batin benar-benar lelah.