Jejak Bahasa Jawa di Seluruh Dunia

Bahasa Jawa adalah salah satu bahasa yang kaya dengan sejarah dan budaya, dan pengaruhnya dapat ditemukan di berbagai negara di seluruh dunia. Meskipun tidak selalu bahasa resmi, bahasa Jawa masih hidup dan digunakan oleh komunitas Jawa di berbagai belahan dunia. Berikut adalah beberapa negara di mana bahasa Jawa memiliki jejak yang kuat:

1. Suriname: Mengenang Jejak Budak Jawa

Suriname, negara di Amerika Selatan, pernah menjadi jajahan Belanda. Antara tahun 1890 hingga 1939, banyak orang Jawa dikirim ke Suriname dan dipekerjakan sebagai budak di perkebunan. Meskipun telah beberapa generasi berlalu, banyak keturunan orang Jawa masih bisa berbicara dalam bahasa Jawa, terutama dalam dialek ngoko. Bahasa Jawa halus yang digunakan di Jawa hanya digunakan di kalangan kraton atau keluarga bangsawan dan kalangan terpelajar.

2. Kaledonia Baru: Jawa di Kepulauan Kanaki

Kaledonia Baru, sebuah kepulauan di Samudra Pasifik, adalah jajahan Prancis yang juga memiliki sejarah panjang dengan komunitas Jawa. Di sini, orang Jawa pernah menjadi pekerja kontrak di perkebunan-perkebunan Prancis. Meskipun pengiriman pekerja Jawa berhenti pada tahun 1949, hanya sedikit orang Jawa yang masih bisa berbicara dalam bahasa Jawa. Generasi muda lebih memilih bahasa Prancis.

3. Singapura: Jawa di Jalanan Rochor

Pada tahun 1825, orang Jawa dari Jawa Tengah dikirim ke Singapura. Mereka dipekerjakan di perkebunan karet, konstruksi rel kereta api, dan jalan raya. Para pekerja ini sering tinggal di daerah yang disebut Kampong Jawa di sepanjang Sungai Rochor. Hingga sekarang, jejak komunitas Jawa masih dapat ditemukan di daerah Kallang (saat ini dikenal sebagai Kallang Airport Estate).

4. Malaysia: Keturunan Jawa di Negeri Selangor

Di Malaysia, banyak orang Jawa pindah ke negara ini pada abad ke-20, terutama karena faktor ekonomi. Meskipun komunitas Jawa di Malaysia sekarang sudah hingga generasi ketiga atau keempat, mereka masih mempertahankan adat dan tata cara Jawa. Secara hukum, mereka dianggap sebagai orang Melayu pribumi Malaysia. Orang Jawa tinggal terutama di daerah Negeri Selangor, seperti Tanjung Karang, Sabak Bernam, Kuala Selangor, Kelang, Banting, dan Sepang. Di Johor, jejak komunitas Jawa juga dapat ditemukan, meskipun generasi muda sering melupakan tradisi nenek moyang mereka.

5. Belanda: Jongos di Tanah Belanda

Banyak orang Jawa dikirim ke Belanda dan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga atau pekerja domestik yang dahulu disebut 'jongos'. Namun, situasinya telah berubah seiring berjalannya waktu. Anak cucu mereka sekarang tidak lagi bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan telah menjadi warga negara yang setara dengan penduduk Belanda lainnya.

Jejak bahasa Jawa di seluruh dunia adalah bukti kekuatan budaya dan daya adaptasi komunitas Jawa. Bahasa ini tetap hidup dan berdampak pada sejarah, budaya, dan identitas orang-orang di berbagai belahan dunia. Meskipun pengaruhnya mungkin berkurang seiring generasi berlalu, warisan bahasa Jawa tetap menjadi aset berharga dalam menjaga akar budaya Jawa yang kaya dan berwarna.

Baca Nanti :

Inspirasi Lainnya

Komentar

Lebih baru Lebih lama
Best Seller Minggu Ini
Setelah Melompat Aku Ingin Hidup
Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Penulis: Brian Khrisna

999 tahun adalah waktu yang sangat lama untuk menyaksikan akhir dari segalanya. Namun, hari ini menjadi pengecualian ketika sang pencabut nyawa mendapati seseorang yang justru ingin hidup tepat satu detik setelah melompat. Inilah awal dari perjalanan terakhir Mori sebelum kontrak seribu tahunnya benar-benar berakhir.

Setelah sukses besar dengan Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Brian Khrisna kembali dengan narasi yang jauh lebih mendalam dan emosional. Buku ini bukan hanya bicara tentang ajal, melainkan cermin bagi kita untuk melihat bagaimana manusia berjuang untuk tetap hidup dengan caranya masing-masing. Melalui sudut pandang Mori, kita akan diajak menyusuri kisah-kisah haru—mulai dari seorang ibu pejuang, pemuda yang terjerat trauma, hingga kemunculan sosok Ale yang tak terduga. Dengan sentuhan genre fantasi yang segar dan dilengkapi ilustrasi yang menyentuh di setiap halamannya, novel ini akan membawamu bertualang di batas antara kehidupan dan kematian, sembari mengungkap misteri siapa sebenarnya Mori sebelum ia menjadi sang pencabut nyawa.

Apakah Mori akan menemukan jawaban atas eksistensinya sebelum kontraknya benar-benar usai? Temukan kisah penuh makna yang akan mengubah cara pandangmu tentang waktu dan kehidupan dalam karya terbaru ini. Dapatkan bukunya sekarang dan siapkan dirimu untuk perjalanan yang tak terlupakan!

Show More

Harga: Rp 97.000

Beli di Gramedia
Rekomendasi Buku
Dunia Sophie
Dunia Sophie - Jostein Gaarder
Rp 152.100
Beli di Shopee
Filosofi Teras
Filosofi Teras - Henry Manampiring
Rp 108.000
Beli di Shopee
Boleh Kalah Asal Jangan Menyerah
Boleh Kalah Asal Jangan Menyerah
Rp 71.690
Beli di Shopee