September 2018

Termasuk spot wisata baru untuk Kabupaten Gunung Kidul. Embung yang dalam bahasa Jawa artinya cerukan untuk menampung air. Bisa dibedakan dengan telaga karena biasanya telaga terjadi secara alami yaitu air yang keluar dari mata air dan terkumpul pada sebuah cerukan secara alami. Sedangkan embung adalah cerukan yang sengaja dibuat untuk menampung air, baik dari air hujan maupun aliran-aliran air kecil yang ada disekitarnya (semacam empang kalau orang jakarte bilang).

Namun embung Nglanggeran sangat dijaga kebersihannya, selain untuk pengairan sawah dan kebun warga, juga dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar. Karena lokasi sekitar embung yang sangat indah, maka tempat tersebut banyak didatangi warga baik dari Gunung Kidul sendiri maupun dari luar wilayah. Spot wisata Embung Nglanggeran bisa ditempuh dari Kota Jogja ke arah timur melewati Jalan Wonosari selama 30 menit. Jalannya aspal mulus, namun naik-turun dan berkelok-kelok. Karena tempat wisata ini masih satu kawasan dengan Gunung Purba Nglanggeran.

[Images by Intan-Sakti-Fico]
[full-post]


Hutan pinus Mangunan terletak di kawasan perbukitan Dlingo, Kabupaten Bantul-Yogyakarta. Sekitar 15-20 menit saja dari Kota Jogja. Hutan pinus yang beberapa waktu terakhir ini dijadikan spot wisata baru, dikelola dengan baik oleh Pemuda Karang Taruna setempat. Tempat wisata yang benar-benar murmer!...hanya bayar ongkir (ongkos parkir.. hehe..) saja sekitar 3 ribu rupiah untuk sepeda motor. Yang harus Anda perhatikan adalah jangan buang sampah sembarangan!! (juga berlaku dimana saja). Sebab kawasan hutan ini cukup terjaga kebersihannya.
[ads-post]

Situs yang dibangun penguasa Kraton Yogyakarta dimasa lalu ini tidak terlalu luas dan terletak di sebelah timur kota Jogja, tepatnya di Jalan Veteran Kecamatan Umbulharjo. Tidak begitu banyak keterangan yang bisa digali tentang tempat ini. Situs Warung Boto salah satu tempat untuk 'tetirah' (tempat peristirahatan) raja dan kerabatnya dimasa lalu, yang biasa disebut Pesanggrahan Warung Boto. Sebagian orang mengatakan pesanggrahan tersebut dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono II berkuasa. Nama yang cukup unik tersebut dimungkinkan karena dulu disekitar pesanggrahan tersebut banyak penduduk sekitar yang memiliki usaha pembuatan batu bata.

[Images by Intan-Sakti-Fico]


Puncak bukit Becici berada di kawasan hutan pinus Mangunan. Lokasinya tidak begitu jauh dari kota Yogyakarta yaitu di Dukuh Gunungcilik RT 07 RW 02 Kelurahan Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Kira-kira hanya 15-20 menit arah tenggara (timur-selatan) Kota Yogyakarta.

[ads-post] Jalan menuju ke lokasi sudah beraspal mulus, lalu lintas tidak begitu ramai. Namun perlu driver trampil berpengalaman karena lokasinya menaiki bukit berkelok-kelok dengan jalan yang tidak terlalu lebar. Jika kendaraan anda menggunakan sistem manual, gunakan gigi 1 dan sebaiknya matikan ac mobil untuk menambah power ketika jalanan menanjak. Bukalah jendela mobil karena hawanya sudah cukup sejuk di daerah tersebut.

www.pecintaalam.org

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.