Sebuah lukisan berusia 500 tahun karya Leonardo da Vinci telah tejual melalui lelang di balai lelang Christie's, New York. Lukisan dengan judul Salvator Mundi (Juru Selamat Dunia) dibeli seharga $450 atau sekitar Rp6,1 Triliun oleh seorang pangeran Arab Saudi, Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud.

Berikut ini beberapa catatan tentang lukisan Salvator Mundi yang dikumpulkan dari berbagai sumber;
  • Lukisan Salvator Mundi terjual hanya dalam 20 menit sejak penawaran dibuka dengan harga 3 kali lipat dari prediksi awal yakni 1,3 Triliun.
  • Harga akhir saat lelang adalah $400 juta, namun dengan ongkos jasa dan komisi, pemenang lelang harus membayar $450,3 juta.
  • Sang pemenang yang tidak diumumkan identitasnya, mengikuti pelelangan yang berlangsung sekitar 20 menit itu melalui telepon.
  • Lukisan yang menunjukkan Kristus mengangkat tangan kananya itu pada tahun 1958 terjual di sebuah lelang di London seharga $60 (kurang dari Rp100.000).
  • Saat itu Salvator Mundi diyakini merupakan karya seorang murid da Vinci, bukan karya da Vinci sendiri.
  • Saat ini lukisan Salvator Mundi telah diboyong dan disimpan di Museum Louvre Abu Dhabi.
[ads-post]
Salvator Mundi - 'mahakarya' da Vinci yang misterius'

  •     Lukisan itu dijual oleh wakil dari keluarga seorang miliarder Rusia Dmitry E Rybolovlev, yang dilaporkan membelinya pada bulan Mei 2013.
  •     Ternyata karya ini pernah menjadi milik Raja Inggris, Charles I, pada tahun 1500an dan 'ditemukan kembali' pada tahun 2005.
  •     Dr Tim Hunter, seorang ahli spesialis dalam lukisan Old Master dan lukisan abad 19, mengatakan bahwa ini adalah 'penemuan terbesar abad ke-21'.
  •     Lukisan itu menjalani suatu prosedur kosmetik besar-besaran - kerangka panel kayu kenarinya disebut digerogoti hama, dan pada titik tertentu tampaknya sudah terbelah dua - dan upaya untuk merestorasinya mengakibatkan terjadinya baret-baret.
  •     Rekor penjualan lukisan termahal sebelumnya dicapai oleh Perempuan Aljazair karya Picasso, yang terjual seharga $160 juta (2,16 triliun).
  • Penulis seni rupa BBC, Vincent Dowd mengatakan bahwa hingga sekarang pun, penetapan Leonardo da Vinci sebagai pelukis Salvator Mundi tetap tak secara universal diterima.
  • Ada kritikus yang bahkan menyebut bahwa permukaan lukisan itu "datar, dipoles, kusam, disikati, dan dilukis kembali berulang-ulang, sehingga jadi tampak baru sekaligus tua."
  • Seorang kritikus lain, Jenny Saltz menulis di Vulture.com: "Siapa pun kolektor pribadi yang terkecoh membeli lukisan ini dan memasangnya di apartemen atau tempat penyimpanan koleksi mereka, itu risiko mereka sendiri.".
  • Tapi balai lelang Christie's bersikeras bahwa lukisan itu otentik karya da Vinci dan menyebutnya sebagai "penemuan kembali karya artistik terbesar abad di ke-20".
  • Ketika pada tahun 2005 Salvator Mundi muncul kembali dari suatu situasi tidak jelas, publik seni dengan gairah menyebutnya sebagai "Leonardo yang hilang".
  • Empat tahun yang lalu karya itu dibeli oleh seorang kolektor Rusia seharga $127,5 juta - tapi melalui penjualan pribadi, bukan di pelelangan..

Tentang pemilik terakhir 'Salvator Mundi', Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan al-Saud;

  • Dia diketahui merupakan sekutu dan orang terdekat dari putra mahkota Saudi di Abu Dhabi. Padahal Pangeran Bader sama sekali bukan seorang kolektor seni.
  • Ketika Pangeran Bader mendaftar sebagai penawar dari 'Salvator Mundi', pengacara Balai Lelang Christie's New York menanyakan dua hal kepadanya. Yakni, dari mana dia mendapatkan uangnya dan apa hubungannya dengan penguasa Saudi Raja Salman?
  • Dilansir dari New York Times, Kamis (7/12/2017), Pangeran Badar pun menjawab, dia mendapatkan kekayaan dari usaha real estate tanpa merinci jumlahnya. Kepada Christie's New York, dia mengatakan hanyalah satu orang dari 5000 pangeran yang ada di Saudi.

Salvator Mundi, sebelum dan setelah direstorasi;


Artist: Leonardo da Vinci
Dimensions: 66 cm x 45 cm
Owner: Louvre Abu Dhabi
Created: 1490
Medium: Oil paint