10 Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta: Penjaga Tradisi di Jantung Budaya

Dulu, saya menulis artikel ini dalam bahasa Inggris dengan sangat lengkap. Namun, untuk menjaga "senyawa" dan keintiman cerita di blog Java Harmony, saya memutuskan untuk menulis ulang secara lebih ringkas dalam Bahasa Indonesia. Inilah penghormatan saya untuk para penjaga marwah budaya di Yogyakarta.

Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta - Penjaga Tradisi di Jantung Budaya - Java Harmony

Prajurit Keraton Yogyakarta—yang lebih akrab disebut sebagai Bregada—bukan sekadar penjaga istana. Mereka adalah saksi sejarah yang bertransformasi menjadi pelindung tradisi. Berikut adalah profil 10 bregada yang masih aktif hingga saat ini:

1. Wirobrojo (Lombok Abang)

Prajurit Wirobrojo Keraton Yogyakarta

Dikenal sebagai Lombok Abang karena seragam merah mencolok. Mereka adalah garda terdepan dalam parade. Musik pengiringnya adalah Dhayungan.

2. Dhaeng

Prajurit Dhaeng Keraton Yogyakarta

Berasal dari Gowa, Sulawesi. Ciri khasnya adalah topi Mancungan berhias bulu putih. Musik pengiringnya: Kenobo dan Ondal-Andil.

3. Bugis

Prajurit Bugis Keraton Yogyakarta

Pengawal Patih Keraton dengan seragam serba hitam dan kain Cinde. Bendera mereka, Wulandadari, melambangkan bulan purnama.

4. Patangpuluh

Prajurit Patangpuluh Keraton Yogyakarta

Identik dengan busana lurik dan topi bundel. Markas mereka kini dikenal sebagai kampung Patangpuluhan.

5. Mantrijero & Langenastra

prajurit mantrijero

Pasukan penjaga dalam keraton. Dulu berfungsi sebagai hakim pengadilan. Keduanya sering tampil bersama dalam parade.

6. Surokarso

Prajurit Surokarso

Tugas utama mereka adalah mengawal Putra Mahkota. Bendera Pare Anom mereka didesain langsung oleh Sri Sultan HB IX.

7. Prawirotomo

Prajurit Prawirotomo

Seribu prajurit yang dulu berjuang melawan Belanda. Kini markas mereka, Prawirotaman, menjadi pusat pariwisata.

8. Jogokaryo

Prajurit Jogokaryo

Menggunakan lurik motif Jogokaryo dan topi Tempelangan. Markas mereka kini menjadi kampung wisata Jogokaryan.

9. Ketanggung

Prajurit Ketanggung

Dulunya bertugas sebagai jaksa keraton dan pengawal saat Sultan bepergian.

10. Nyutro

Prajurit Nyutro

Nyutro dulunya adalah prajurit yang harus memiliki kemampuan menari. Markasnya di timur keraton kini disebut kampung Nyutran, tempat tinggal saya sekarang.

Catatan Penulis

  • Prajurit hanya berseragam lengkap pada upacara tertentu.
  • Proses untuk bergabung menjadi anggota bregada sangat ketat dan panjang.
  • Artikel ini merupakan penyempurnaan informasi dari tulisan saya terdahulu.
Lebih baru Lebih lama
Rekomendasi Buku Bagus
Menjadi Tenang
Menjadi Tenang
Penulis: Syakira Humaira
Merasa lelah dengan beban hidup atau sering terjebak dalam overthinking? Buku Menjadi Tenang (Sesuai Janji-Janji Allah) karya Syakira Humaira dan diterbitkan oleh Jendela hadir sebagai panduan self-healing Islami yang menenangkan jiwa. Buku ini mengajak kita melepaskan kecemasan duniawi dengan cara menyandarkan harapan sepenuhnya pada kepastian janji-janji Allah SWT yang tertuang dalam Al-Qur'an....
Melalui pendekatan spiritual yang hangat dan membumi, pembaca akan diajak belajar seni berbaik sangka (husnuzhan) pada takdir serta menemukan kembali ketenangan sejati (inner peace) yang tidak bisa dibeli dengan materi. Temukan kembali ketentraman hati dan jadikan buku ini teman setia untuk memulihkan energi batin Anda setiap hari.
Show More
Harga: Rp 55.250
Cek di Shopee