Mencoba Memproduksi Bucket Hat

Mencoba Memproduksi Bucket Hat

Krisis ekonomi yang bersamaan dengan terjadinya pandemi covid-19 / wuhan virus betul-betul membuat UKM lumpuh. Dulu ketika terjadi krisis moneter dan krisis ekonomi 1998, UKM masih bisa bertahan walau tidak mendapat bantuan dari pemerintah, Bahkan di awal era reformasi dulu, UKM dianggap mampu menyelamatkan ekonomi nasional dari kehancuran. 

Dan tahun 2006 kembali banyak UKM di Jogja yang hancur pasca gempa bumi besar yang merenggut nyawa ribuan orang. Hampir satu tahun ekonomi di Jogja kembali pulih dan UMKM mulai bangkit lagi.

Dua tahun kemudian terjadi lagi krisis ekonomi 2008, namun yang paling kena dampak adalah industri-industri besar. Sedangkan UKM masih bisa bertahan dan selamat.

Namun krisis ekonomi di tahun 2020 kali ini, yang disertai pandemi wabah penyakit covid-19 benar-benar pukulan telak bagi UMKM. Setelah nyaris stagnan di tahun politik 2019 dengan adanya Pileg dan Pilpres.

Kami tidak tahu lagi harus bagaimana😭  Modal telah habis untuk bertahan hidup. Kami masih diuntungkan dengan cicilan hutang  bank yang tidak terlalu besar dan masih bisa bayar untuk sementara ini.

Beberapa pihak menghubungi kami untuk mengajak kerjasama memproduksi baju hazmat. Tapi kami menunggu dan menunggu, tidak ada kepastian jadi pesan atau tidak. Apakah memang sekarang ini eranya orang yang suka omong kosong berjaya 👺??

Untuk mengisi kejenuhan karena ekonomi tidak jalan, kami memanfaatkan sisa-sisa kain yang kami miliki. Sebagian dimanfaatkan untuk membuat masker (hanya sebagian kecil yang kami jual, selebihnya dibagikan gratis ke sanak-saudara, teman dan tetangga). Sedangkan kain-kain yang agak tebal, kami kreasikan menjadi topi. 

Topi-topi tersebut kami jual melalui blog ini dan juga melalui Tokopedia. Semoga laku...amin 😨




إرسال تعليق

Post a Comment (0)

أحدث أقدم