Kurang lebih setahun lalu, saya memutuskan membuat usaha baru yang dirintis dari nol. Baik modal, peralatan, pengetahuan dan pengalaman. Usaha sablon kami pilih karena saya pikir cocok untuk anak-anak belajar ketrampilan dan belajar berwirausaha dalam mengisi liburan sekolahnya. Apalagi kedua buah hati saya suka membuat desain dengan corel draw dan cukup aktif di medsos yang bisa dijadikan untuk sarana promosinya. 

Kaos hasil sablon sendiri untuk pertama kali di Java Harmony

Kami belajar sendiri melalui youtube dan beberapa blog yang mengulas tentang ilmu sablon. Jadi belajarnya gratis, cuma modal pulsa internet saja. Setelah 2-3 hari belajar teori melalui youtube dan banyak bertanya tentang sablon kepada penjual peralatan sablon, kami pun mencoba mempraktekannya. 
Nanti lihat juga: Kaos Borneo Ethnic Culture; kaos pesanan dari luar Jawa untuk pertama kalinya.
Hasilnya lumayan (menurut kami lho), namun bisa dibilang belum layak jual karena masih butuh banyak penyempurnaannya. Dan desain yang kami pakai untuk praktek juga masih hasil download gratisan dari searching di google. Dari selembar kaos inilah kami mengawali usaha sablon yang sampai kini masih bertahan dan terus berkembang.

Sakti dengan kaos sablon buatan sendiri.

Kaos diatas menggunakan cotton combed 20s (tebal) dan tinta Matsui. Screen memakai ukuran T64.

Sudah satu tahun berlalu dan kaos tersebut sudah sering pakai-cuci-setrika-pakai, tapi kondisinya masih bagus, tidak retak dan awet sablonannya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
Dark