Siapakah Orang Pertama yang Dieksekusi Di atas Kursi Listrik?

[page][item]
William Kemmler yang lahir 9 Mei 1860 di kota Philadelphia, Pennsylvania, Amerika adalah orang yang pertama kali menjalani hukuman mati diatas kursi listrik. Ketika berusia 28 tahun, Kemmler yang buta huruf dan memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi suatu hari mengadakan kencan dengan kekasihnya yang bernama Matilda "Tillie" Ziegler. Entah penyakit darah tingginya sedang kambuh atau ada sebab lain, Kemmler marah-marah kepada kekasihnya tersebut dan mengambil kapak hingga membacok kekasihnya sampai tewas. Kemmler pun ditahan pihak yang berwajib setempat dan dalam persidangannya ia dijatuhi hukuman mati oleh hakim. Pada waktu itu atauran yang berlaku mengenai pelaksanaan hukuman mati yaitu dengan cara digantung. Tetapi pengadilan memutuskan lain, meskipun Kemmler dijatuhi hukuman mati tapi tidak dengan cara digantung. William Kemmler yang seharusnya setelah menjalani hukuman mati akan dilupakan orang sebagaimana para pembunuh lainnya yang menjalani hukuman mati, namun tidak seperti itu nasibnya. Dia harus menjalani hukuman mati diatas kursi listrik untuk yang pertama kalinya yang membuat namanya jadi pembicaraan orang dan tercatat dalam sejarah.

Bagaimana hukuman mati itu dilaksanakan?
[/item][item]
Tanggal 6 Agustus 1890 jam 6 pagi di penjara Auburn, New York, sudah dilakukan persiapan pelaksanaan hukuman mati dengan memakai kursi listrik. Di ruangan eksekusi juga sudah hadir beberapa pejabat hukum, para wartawan dan 15 orang dokter. William Kemmler dengan dikawal pemimpin eksekusi yang bernama Charles F. Durston, tampak berjalan dengan tenang memasuki ruangan. Kemmler memakai pakaian yang baik dan rapi.

Sebelum pelaksanaan eksekusi mati, diadakan acara singkat yang dipimpin Durston dengan memperkenalkan nama William Kemmler kepada para hadirin saat itu. Dengan tenang Kemmler berdiri dan memberi hormat kepada semua saksi yang hadir. Selanjutnya Durston meminta ijin agar pakaian Kemmler dibuka dan kemudian didudukkan diatas kursi listrik yang telah tersedia. Wakil Sherif yang bernama Yoe Velling bertugas mengikat Kemmler diatas kursi listrik dengan memakai sabuk kulit. Terlihat jika Velling agak gugup dan gemetar sehingga Kemmler pun berucap:" Tenang saja Yoe...lebih baik kencangkan ikantanmu".

Apa yang terjadi selanjutnya?
[/item][item] Setelah selesai diikat tali sabuk kulit, selanjutnya Kemmler dipakaikan topeng. Davis, si ahli listrik juga sudah siap memegang sakelar. Setelah semuanya siap, Durston memberi isyarat kepada Davis dengan sebuah ucapan perpisahan kepada Kemmler;" Goodbye William'. "Goodbye" jawab Kemmler dengan tenang. Davis segera menarik tuas saklar untuk membuka arus listrik 1300 volt dan seketika tubuh Kemmler mengejang dan kaku. Asap keluar dari elektroda-elektroda yang membakar sabuk kulit tersebut. Dua orang dokter yang bertugas mengawasi jam nampak gemetaran, baru berjalan 17 detik salah satunya pun berkata;" Cukup!, dia sudah meninggal....matikan saklarnya". Tubuh Kemmler nampak terbujur kaku dan hangus diatas kursi listrik dan dikelilingi para dokter. Namun tiba-tiba dada Kemmler nampak melembung. Kemmler masih hidup dan membuat para dokter dan saksi yang hadir kebingungan. Kemudian terdengar perintah lagi supaya saklar dinyalakan lagi. Dengan gugup Davis pun menarik tuas saklar naik turun sehingga aliran arus listrik tidak setabil dan terdengar suara tuas saklar yang berderit naik turun.

Berhasilkah hukuman mati dengan cara ini?
[/item][item] Setelah 70 detik, aliran listrik dimatikan lagi. Menyaksikan pelaksanaan hukuman mati dengan memakai kursi listrik yang harus diulang sampai 2 kali tersebut membuat George G. Bain, seorang wartawan dari Surat Kabar United Press, jatuh pingsan. Saksi yang lain berlari sambil muntah-muntah dan tidak berani melihat jasad Kemmler. Hasil pemeriksaan tim dokter menyatakan bahwa tubuh Kemmler terbakar sampai kering, otaknya hangus dan mengeras seperti batu, otot-otot tubuh kaku dan sebagian punggungnya terbakar sampai melepuh dan terkelupas.

Hari berikutnya peristiwa tersebut menjadi berita besar di koran-koran yang mengabarkan jika pelaksanaan hukuman mati William Kemmler dengan memakai kursi listrik mengalami kegagalan sehingga Kemmler terkesan mengalami penyiksaan. Tumbuh protes dimana-mana yang meminta supaya hukuman mati dengan memakai kursi listrik di pending atau dibatalkan saja. Dikarenakan banyak sekali yang meneriakkan protes, sampai-sampai surat kabar Buffalo Express meramalkan jika Kemmler adalah orang pertama sekaligus orang terakhir yang menjalani hukuman mati di atas kursi listrik. Tetapi ramalan tersebut meleset, sepanjang 50 tahun setelah kematian Kemmler, sudah ada 1000 orang lebih narapidana hukuman mati yang menyusul Kemmler diatas kursi listri.

Keberuntungan Ernt Chapelu?
[/item][item] Sebenarnya orang yang seharusnya menjalani hukuman mati diatas kursi listrik bukan William Kemmler, tetapi Ernt Chapelu dari kota New York yang terkenal sebagai pembunuh yang kejam dan tidak mengenal perikemanusiaan. Akan tetapi ketika Gubernur David B. Hill menandatangani undang-undang penghentian hukuman gantung dan diganti dengan kursi listrik di tahun 1889, sampai saat pelaksanaan eksekusi untuk Chapelu, alat kursi listrik itupun belum selaseai dibuat dan berakibat hukuman untuk Ernt Chapelu diubah menjadi hukuman seumur hidup.

Terindikasi adanya persaingan?

Alat yang dipakai untuk eksekusi mati yang dinamakan kursi listri ini muncul karena adanya persaingan antara penemu listrik Thomas Alva Edison dengan pesaingnya, George Westinghous.

Ketika selama persidangan, Kemmler didampingi para pembela yang dipimpin Burkeco Chran dari New York tanpa bayaran karena Kemmler hanyalah seorang petani miskin. Para pembela tersebut mengatakan jika pembelaan mereka untuk Kemmler didasari perasaan tidak tega jika manusia harus mati dengan cara dibakar diatas kursi listrik buatan perusahaan Thomas Alva Edison. Tetapi faktanya para pembela tersebut ternyata mendapat bayaran dari Westinghous sejumlah 100.000 dollar!!.

Sumber gambar; wikipedia Carl Sifaxis-JFX Hoery
[/item][/page]

Orang pertama yang dieksekusi hukuman mati diatas kursi listrik.

Labels:
[facebook]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.