Dipenjara Karena Meramalkan Kemerdekaan Indonesia ?

Bung Karno semasa muda
Seseorang yang saya maksud dengan judul di atas adalah Bung Karno. Bapak Proklamator sendiri tidak menganggap kalau itu sebuah ramalan, tetapi hasil analisa, perhitungan yang tidak bisa tidak, suatu hari Indonesia akan terbebas dari penjajahan Belanda. Bung Karno mengemukakan hal yang demikian itu di tahun 1929 !!. Menurut analisa Bung Karno akan terjadi perang besar yang disebut Perang Pasifik. Di Samudra Pasifik, Lautan Teduh diantara benua Asia dan benua Amerika, yaitu samudra paling luas, disana akan terjadi perang besar antara imperialis melawan imperialis. Dan bila perang besar tersebut benar-benar akan terjadi, kata Bung Karno di tahun 1929, maka disaat itulah Indonesia akan merdeka.

Karena mengemukakan analisa tersebut, Bung Karno ditangkap Polisi Belanda, diajukan ke disidang Landraad yang dipimpin oleh Mr. Siegenbeej van Heukelom dan dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun.
[next] Menurut pemikiran Bung Karno, perhitungan mengenai akan pecah perang pasifik merupakan perhitungan yang obyektif. Imperialis dengan Imperialis lainnya saling bersaing, saling 'jor-joran' yang diistilahkan dengan innerlijk conflicten, yaitu konflik didalam organ imperialisme itu sendiri. Imperilaisme, Kapitalisme suka tidak suka akan terjadi perpecahan karena innerlijk conflicten diantara imperialisme vs imperialisme, kapitalisme vs kapitalisme yang sangat berpotensi menimbulkan peperangan. Jadi tidaklah heran jika Bung Karno menganggap kapitalisme is peperangan, imperialisme is peperangan sebagai buah dari kapitalisme dan imperialisme itu sendiri.
Ketika dibuang ke Ende, Flores, Bung Karno menemukan hitungan lagi. Menurut hitungan dan analisanya, nanti di tahun 1945 Indonesia akan merdeka. Di tanah pembuangan itu Bung Karno menjadi 'ahli nujum' untuk kedua kalinya.

Kesenian Tonil - gedangsari.com

Selain itu, Bung Karno juga membuat naskah cerita seni pertunjukan Tonil dengan judul "Indonesia 1945" dengan nama tokoh pemeran utamanya Ibrahim. Judul dari naskah-naskah cerita Tonil ciptaan Bung Karno lainnya yang dipentaskan di atas panggung adalah: Doktor Setan, Kutkutbi, Aero Dinamika, Rahasia Kalimutu, Rainbow, Doktor Djulianbodi, dan Sjanghai Rumba. Sayangnya naskah-naskah tersebut tidak dibuat dalam bentuk buku dan lembaran-lembaran naskah tersebut tersebar dan tidak diketahui 'nasibnya'. Bung Karno sendiri hanya pernah mengatakan apabila naskah-naskah cerita tersebut disusun dan diterbitkan menjadi buku, beliau bisa menjadi milyuner.

Lalu bagaimana Bung Karno bisa menghitung jika tahun 1945 Indonesia akan merdeka?
[next] Terlebih lagi Bung Karno mengatakan kalau perhitungannya itu obyektif. Menurut beliau kondisi imperialisme di Hindia Belanda yang panas, diluar juga memanas dan di belahan bumi lainnya juga memanas, nanti kira-kira tahun 1941-an terjadi tabrakan dua kekuatan besar dalam sebuah peperangan. Dan peperangan itu akan berlangsung beberapa tahun yang mengakibatkan salah satu dari kekuatan imperialisme tersebut akan melemah. Imperialisme itu sebuah hubungan internasional sehingga imperialisme itu mewujudkan kekuatan internasional yang saling 'support' dan terhubung seperti sebuah rantai panjang. Imperialisme Belanda tidak berdiri sendiri. Demikian halnya imperialisme Inggris, Amerika, Perancis masing-masing tidak berdiri sendiri-sendiri.
PD I - credit: about-history.com

Ketika Perang Dunia I, kapitalisme sudah hampir ambruk samasekali. Karena ambruknya kapitalisme itulah oleh Hitler dimanfaatkan untuk melakukan gerakan baru yang dinamakan National Socialismus atau Fascisme. Fascisme Hitler itu merupakan musuh dari demokrasi parlementer, sebab Fascisme yang dalam bahasa Belnda disebut 'Laatste reddingspoging van het kapitalisme' yang artinya; sebuah upaya untuk mengangkat, menyelamatkan dan menghidupkan lagi kapitalisme yang sudah hampir runtuh akibat Perang Dunia I tahun 1914-1918.
[next]
PD II di Laut Pasifik
Akibatnya akan terjadi perang besar, Perang Dunia II di Samudra Pasifik. Dan mau tak mau, imperialisme akan menjadi tidak berdaya lagi seperti kondisi setelah PD I. Dan cincin/mata rantai paling lemah dari untaian rantai imperialisme adalah Belanda. Sebab Belanda itu negara kecil, kurang kuat industrinya, tidak memiliki basis 'grondstoffen', tidak memiliki bahan-bahan dasar. Dan jika mata rantai itu putus, alih-alih Belanda bakal terlepas. Dan benar saja, di tahun 1945 setelah Perang Dunia II berlangsung selama 4 tahun, Belanda mulai 'megap-megap', exhausted, dan tidak berdaya samasekali.
[next] Pada waktu itu menurut perhitungan obyektifnya, imperialisme Belanda yang akan paling tidak berdaya. Sedangkan kekuatan subyektifnya adalah keinginan kita untuk merdeka dan melawan, menghancur-leburkan imperialisme. Karena itulah di tahun 1935 di Ende, Bung Karno mengatakan di tahun 1945 nanti, Indonesia akan merdeka. Dan hitungan serta analisa Bung Karno itu obyektif, bukan seperti ramalan ahli nujum.

ilustrasi Prabu Jaya Baya

Memang sebelum Bung Karno memiliki perhitungan yang hampir 'mirip sebuah ramalan', sesungguhnya orang Jawa percaya akan datangnya 'Ratu Adil' yang menjadi kekuatan subyektif yaitu keinginan untuk merdeka dan lepas dari kesengsaraan hidup. Ratu Adil yang dinanti-nantikan itu terdapat dalam catatan Jangka Jaya Baya. Kaum pergerakan mempergunakan ramalan tersebut untuk memberikan semangat rakyat melawan penjajahan.

Referensi: Jaya Baya dan berbagai sumber.

Ramalan Bung Karno tentang kemerdekaan Indonesia.

Labels:
[facebook]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.