Oktober 2018

Hari Minggu kemarin ibu-ibu anggota PKK RT46  Muja-Muju, Jogja (termasuk istri saya yang masih tercatat sebagai warga setempat) bermaksud mengunjungi tetangga kami yang barusan memutuskan pindah rumah dari lingkungan kami di Jogja Kota ke daerah Kabupaten Bantul. Tepatnya di dusun Ngireng ireng, desa Panggungharjo, kecamatan Sewon, tak jauh dari Kampus ISI (Institut Seni Indonesia). Bapak dan Ibu Wisnu Pamungkas (demikian nama tetangga kami tersebut) memutuskan pindah di daerah yang relatif lebih tenang setelah tahun ini mereka memasuki masa pensiun sebagai ASN. Dan anak-anaknya juga telah berkerja dan bekeluarga serta tinggal di kota lain.

Awalnya Ibu RT kami (Ibu Dora Lesmana) bingung mau bawa bingkisan apa. Sebagian ada yang usul kasih cindera mata kain batik, tapi usulan ini ditolak karena Pak Wisnu adalah pegawai Balai Batik Yogyakarta yang tentu sudah terbiasa dengan batik. Ada yang usul bawa roti untuk oleh-oleh, yang lain menolak karena kalau bentuk makanan akan cepat habis dan kurang berkesan.

Setelah berembug, akhirnya ibu-ibu memutuskan memesan lukisan wajah pirografi di tempat saya, dengan permintaan harga yang 'spesial gotong royong' dan waktu kurang dari satu minggu. Karena bahan-bahan juga ada yang ready stock, saya pun menyanggupinya.

Masalah baru timbul ketika proses pengerjaan dimulai. Dua buah foto yang dikirim Bu RT ke WA istri saya, membuat saya kaget waktu melihatnya. Dan selama proses menggambar, saya lebih banyak melamun. Saya hampir tidak percaya dengan wajah yang saya gambar dihadapan saya.
Saya bertemu Pak Wisnu pertama kali di sebuah arisan RT (khusus bapak-bapak), ketika saya masih pengantin baru dan masih tinggal di tempat mertua. Pak Wisnu adalah sosok yang sangat baik, muda, gagah dan ganteng. Kehidupan keluarganya juga harmonis.

Ketika melihat foto yang disodorkan istri di hape-nya, saya baru tersadar....sudah 18 tahun saya tidak bertemu tetangga mertua saya itu. Delapan belas tahun!!. Bayangan saya baru 'seminggu' lalu kami bertemu. Selama proses melukis, mata saya melihat sosok lelaki yang sudah hampir memutih semua rambutnya, sedang menggendong cucu. Tapi dalam pikiran saya yang muncul adalah Pak Wisnu yang masih muda dengan rambut hitamnya yang lebat dan wajahnya yang segar, sebagaimana saya lihat pertama kali, delapan belas tahun lalu.

Berkali-kali saya berhenti melukis dan berusaha rileks. Sebab antara foto yang saya lihat sekarang dan sosok yang muncul di pikiran saya saling bertentangan. Di otak masih ada bayangan Pak Wisnu 18 tahun lalu, tapi di depan mata saya harus menyimak sosok Pak Wisnu yang sekarang. Seperti sedang mengalami lompatan waktu yang sangat mengganggu konsentrasi saya dalam menyelesaikan lukis.

Alhamdulillah...akhirnya selesai juga lukisannya dan kata ibu-ibu yang berkunjung ke rumah baru keluarga Pak Wisnu, mereka senang dengan gift lukisan wajah pirografi buatan saya. Dan langsung di pajang di ruang tamu rumah barunya. Tentu saja rombongan ibu-ibu tersebut tidak hanya membawa lukisan pirografi, tapi juga membawa bingkisan-bingkisan lain untuk oleh-oleh.

Hidup di masa sekarang terkadang membuat kita lupa kalau waktu bergitu cepat berjalan. Kejadian demi kejadian cepat sekali berlalu sehingga membuat kita kadang terkaget-kaget sendiri dan merasa telah mengalami lompatan waktu. Padahal waktu berjalan dengan ritme yang ajeg. Kita saja yang sering terlena.

[slide] [item src="https://4.bp.blogspot.com/-EW3rj8H8kPA/W9gAU4qaJcI/AAAAAAAAETI/zg2aP_j0UHUSg2xfOBxb2Vmh8T3yTnDsACK4BGAYYCw/s1600/IMG-20181030-WA0025-714618.jpg" title=""][/item] [item src="https://1.bp.blogspot.com/-klB5iXlddh4/W9gAVWzJ00I/AAAAAAAAETQ/3uKIwZrQ2UE1WhHKbS_syLQSXsrh2OgkACK4BGAYYCw/s1600/IMG-20181030-WA0011-716710.jpg" title=""][/item] [item src="https://4.bp.blogspot.com/-upSM13t1jNo/W9gAVxiKWFI/AAAAAAAAETY/8wGVly--6zAnQH0UzukJrmO-4f7cQQiEACK4BGAYYCw/s1600/IMG-20181030-WA0018-718668.jpg" title=""][/item] [/slide]

Beberapa waktu lalu KWT Wanita Sejahtera (Kelompok Wanita Tani) mendapat kunjungan Bimbingan Teknis Kawasan Ranah Pangan Lestari (Bimtek KRPL) Dinas Pertanian Kota Jogja. Rombongan dipimpin oleh Bp. Eko selaku Koordinator Penyuluh Lapangan Kota Jogja, juga didampingi para pegiat pertanian perkotaan dan seorang petugas dokumentasi lapangan. Kunjungan ini sebagai tindak-lanjut dari rangkaian pelatihan yang telah dimulai pada bulan Mei 2018, yaitu pelatihan pembibitan bawang merah dan tanaman sayur lainnya kepada Kelompok Wanita Tani Kota Yogyakarta.

Dari hasil pemantauan kegiatan dilapangan, seluruh rombongan memberikan apresiasi dan merasa puas dengan KWT Wanita Sejahtera yang telah bersungguh-sungguh menerapkan semua ilmu dan petunjuk teknis yang telah diajarkan Bimtek KRPL Dinas Pertanian Kota Yogyakarta. Seluruh tim melihat sendiri perkembangan bibit tanaman yang ada di area kebun KWT Wanita Sejahtera, di wilayah Kelurahan Muja-Muju-Kecamatan Umbulharjo, didampingi Ibu Retno Kurniasih (Ketua KWT Wanita Sejahtera), Ibu Anis (Koordinator Kebun) dan ibu-ibu anggota KWT Wanita Sejahtera lainnya.


 Keterangan gambar diatas:
1. Bu Atik: Ketua Asosiasi Sayur Kota (Sepur Kota)
2. Bu Endang: Kasi Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kota Yogyakarta
3. Bu Fadhil: Narasumber Pelatihan Bimtek
4. Bu Anis: Koordinator Kebun KWT Wanita Sejahtera
5. Bu Liring: Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani Perkotaan) Kota Yogyakarta
6. Pak Eko: Koordinator Lapangan Penyuluh Pertanian Kota Yogyakarta<br />
Ibu Retno Kurniasih: Ketua KWT Wanita Sejahtera (berdiri diantara no 5 dan 6, memakai masker)
[carousel] [item url="https://2.bp.blogspot.com/-5PUDseFOdYM/W4DuGje56HI/AAAAAAAABJc/K5xe2AgiFogiiCa1QnoQYolTrrsPPMWmgCLcBGAs/s1600/IMG-20180823-WA0015.jp" src="https://2.bp.blogspot.com/-5PUDseFOdYM/W4DuGje56HI/AAAAAAAABJc/K5xe2AgiFogiiCa1QnoQYolTrrsPPMWmgCLcBGAs/s1600/IMG-20180823-WA0015.jp" title=""][/item] [item url="https://3.bp.blogspot.com/-suyQNqhuBIE/W4DuLuiaJEI/AAAAAAAABJo/zORwCNFwwTQtHzsmcsAepkUqP28G8_OfgCLcBGAs/s1600/IMG-20180823-WA0016.jpg" src="https://3.bp.blogspot.com/-suyQNqhuBIE/W4DuLuiaJEI/AAAAAAAABJo/zORwCNFwwTQtHzsmcsAepkUqP28G8_OfgCLcBGAs/s1600/IMG-20180823-WA0016.jpg" title=""][/item] [item url="https://4.bp.blogspot.com/-WxUvfvWNjIk/W4DuQRsz7CI/AAAAAAAABJs/ZBwBAmfkGi4ocvCRhqXXJ4Bk8akmkjWtgCLcBGAs/s1600/IMG-20180823-WA0018.jpg" src="https://4.bp.blogspot.com/-WxUvfvWNjIk/W4DuQRsz7CI/AAAAAAAABJs/ZBwBAmfkGi4ocvCRhqXXJ4Bk8akmkjWtgCLcBGAs/s1600/IMG-20180823-WA0018.jpg" title=""][/item] [item url="https://3.bp.blogspot.com/-lTqCk5tNU6I/W4DuGwi3v1I/AAAAAAAABJg/MZN5EZ_YKes8a030RhU587-J_DmWKGtFgCLcBGAs/s1600/IMG-20180823-WA0012.jpg" src="https://3.bp.blogspot.com/-lTqCk5tNU6I/W4DuGwi3v1I/AAAAAAAABJg/MZN5EZ_YKes8a030RhU587-J_DmWKGtFgCLcBGAs/s1600/IMG-20180823-WA0012.jpg" title=""][/item] [/carousel]

Tomat Jordan merupakan salah satu jenis tomat  masih dalam golongan tomat  cherry. Berbeda dengan tomat cherry yang ada di pasaran, tomat ini betuknya lonjong warnanya merah mempunyai daging buah yang tebal dengan sedikit biji. Rasanya manis segar cocok sekali dikonsumsi secara langsung atau dijadikan salad. Tomat ini sedang dicoba pembudidayaannya oleh Anisatul Khoiroh, salah satu anggota KWT Sejahtera RW 12-Mujamuju, yang biasa dipanggil mbak Anis. Dan mbak Anis juga yang memberi istilah Tomat Jordan. 

Awalnya pada liburan bulan mei 2017 mbak Anis ziarah ke makam para nabi di negara Mesir dan Jordania. Saat breakfast di hotel tempat menginap,  beliau mencicipi tomat yang disajikan disalah satu menunya. Bentuknya yang imut lucu dan berasa manis, lain dengan tomat jenis cherry yang biasa ditemukan di tanah air yang bentuknya bulat kecil dengan warnanya yang merah juga, tetapi cenderung berasa asam. Tomat cherry lokal cocok untuk campuran membuat sambal.

Kemudian beliau meminta  kepada chef untuk beberapa biji buat dibawa pulang. Setelah kembali ke tanah air dan kembali ke   kota Yogya, biji-biji tomat  tersebut coba disemai dan ternyata berhasil. Tanaman tomat bisa tumbuh subur setinggi hampir satu meter dan berbuah lebat . Sebagai kenangan atas usahanya menyemai tomat  buah tangan saat ziarah di kawasan Timur Tengah, beliau menyebutnya dengan tomat Jordan. Tanaman ini yang sedang dibudidayakan selain jenis tomat yang lain. [ads-post]

Beberapa waktu yang lalu ibu-ibu anggota KWT Sejahtera yg berada di kampung Mujamuju tepatnya di RW12 bergotong royong di kebun untuk memanen tanaman sayur terutama sawi. Sayuran ini ditanam secara organik .Penanaman sayuran dengan menggunakan pupuk kandang tanpa bahan kimia.


Hasil kebun saat ini lumayan memuaskan, daunnya hijau segar...menandakan baiknya perawatan kebun.Selain sawi anggota KWT juga memanen terong ungu dan cabai.Pemasaran hasil kebun sementara masi seputaran warga kampung sekitar dan dari hasil penjualan sebagian dimasukkan ke kas KWT. Biaya oprasional kebun diambilkan dari kas tersebut.

Bung Karno semasa muda
Seseorang yang saya maksud dengan judul di atas adalah Bung Karno. Bapak Proklamator sendiri tidak menganggap kalau itu sebuah ramalan, tetapi hasil analisa, perhitungan yang tidak bisa tidak, suatu hari Indonesia akan terbebas dari penjajahan Belanda. Bung Karno mengemukakan hal yang demikian itu di tahun 1929 !!. Menurut analisa Bung Karno akan terjadi perang besar yang disebut Perang Pasifik. Di Samudra Pasifik, Lautan Teduh diantara benua Asia dan benua Amerika, yaitu samudra paling luas, disana akan terjadi perang besar antara imperialis melawan imperialis. Dan bila perang besar tersebut benar-benar akan terjadi, kata Bung Karno di tahun 1929, maka disaat itulah Indonesia akan merdeka.

Karena mengemukakan analisa tersebut, Bung Karno ditangkap Polisi Belanda, diajukan ke disidang Landraad yang dipimpin oleh Mr. Siegenbeej van Heukelom dan dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun.
[next] Menurut pemikiran Bung Karno, perhitungan mengenai akan pecah perang pasifik merupakan perhitungan yang obyektif. Imperialis dengan Imperialis lainnya saling bersaing, saling 'jor-joran' yang diistilahkan dengan innerlijk conflicten, yaitu konflik didalam organ imperialisme itu sendiri. Imperilaisme, Kapitalisme suka tidak suka akan terjadi perpecahan karena innerlijk conflicten diantara imperialisme vs imperialisme, kapitalisme vs kapitalisme yang sangat berpotensi menimbulkan peperangan. Jadi tidaklah heran jika Bung Karno menganggap kapitalisme is peperangan, imperialisme is peperangan sebagai buah dari kapitalisme dan imperialisme itu sendiri.
Ketika dibuang ke Ende, Flores, Bung Karno menemukan hitungan lagi. Menurut hitungan dan analisanya, nanti di tahun 1945 Indonesia akan merdeka. Di tanah pembuangan itu Bung Karno menjadi 'ahli nujum' untuk kedua kalinya.

Kesenian Tonil - gedangsari.com

Selain itu, Bung Karno juga membuat naskah cerita seni pertunjukan Tonil dengan judul "Indonesia 1945" dengan nama tokoh pemeran utamanya Ibrahim. Judul dari naskah-naskah cerita Tonil ciptaan Bung Karno lainnya yang dipentaskan di atas panggung adalah: Doktor Setan, Kutkutbi, Aero Dinamika, Rahasia Kalimutu, Rainbow, Doktor Djulianbodi, dan Sjanghai Rumba. Sayangnya naskah-naskah tersebut tidak dibuat dalam bentuk buku dan lembaran-lembaran naskah tersebut tersebar dan tidak diketahui 'nasibnya'. Bung Karno sendiri hanya pernah mengatakan apabila naskah-naskah cerita tersebut disusun dan diterbitkan menjadi buku, beliau bisa menjadi milyuner.

Lalu bagaimana Bung Karno bisa menghitung jika tahun 1945 Indonesia akan merdeka?
[next] Terlebih lagi Bung Karno mengatakan kalau perhitungannya itu obyektif. Menurut beliau kondisi imperialisme di Hindia Belanda yang panas, diluar juga memanas dan di belahan bumi lainnya juga memanas, nanti kira-kira tahun 1941-an terjadi tabrakan dua kekuatan besar dalam sebuah peperangan. Dan peperangan itu akan berlangsung beberapa tahun yang mengakibatkan salah satu dari kekuatan imperialisme tersebut akan melemah. Imperialisme itu sebuah hubungan internasional sehingga imperialisme itu mewujudkan kekuatan internasional yang saling 'support' dan terhubung seperti sebuah rantai panjang. Imperialisme Belanda tidak berdiri sendiri. Demikian halnya imperialisme Inggris, Amerika, Perancis masing-masing tidak berdiri sendiri-sendiri.
PD I - credit: about-history.com

Ketika Perang Dunia I, kapitalisme sudah hampir ambruk samasekali. Karena ambruknya kapitalisme itulah oleh Hitler dimanfaatkan untuk melakukan gerakan baru yang dinamakan National Socialismus atau Fascisme. Fascisme Hitler itu merupakan musuh dari demokrasi parlementer, sebab Fascisme yang dalam bahasa Belnda disebut 'Laatste reddingspoging van het kapitalisme' yang artinya; sebuah upaya untuk mengangkat, menyelamatkan dan menghidupkan lagi kapitalisme yang sudah hampir runtuh akibat Perang Dunia I tahun 1914-1918.
[next]
PD II di Laut Pasifik
Akibatnya akan terjadi perang besar, Perang Dunia II di Samudra Pasifik. Dan mau tak mau, imperialisme akan menjadi tidak berdaya lagi seperti kondisi setelah PD I. Dan cincin/mata rantai paling lemah dari untaian rantai imperialisme adalah Belanda. Sebab Belanda itu negara kecil, kurang kuat industrinya, tidak memiliki basis 'grondstoffen', tidak memiliki bahan-bahan dasar. Dan jika mata rantai itu putus, alih-alih Belanda bakal terlepas. Dan benar saja, di tahun 1945 setelah Perang Dunia II berlangsung selama 4 tahun, Belanda mulai 'megap-megap', exhausted, dan tidak berdaya samasekali.
[next] Pada waktu itu menurut perhitungan obyektifnya, imperialisme Belanda yang akan paling tidak berdaya. Sedangkan kekuatan subyektifnya adalah keinginan kita untuk merdeka dan melawan, menghancur-leburkan imperialisme. Karena itulah di tahun 1935 di Ende, Bung Karno mengatakan di tahun 1945 nanti, Indonesia akan merdeka. Dan hitungan serta analisa Bung Karno itu obyektif, bukan seperti ramalan ahli nujum.

ilustrasi Prabu Jaya Baya

Memang sebelum Bung Karno memiliki perhitungan yang hampir 'mirip sebuah ramalan', sesungguhnya orang Jawa percaya akan datangnya 'Ratu Adil' yang menjadi kekuatan subyektif yaitu keinginan untuk merdeka dan lepas dari kesengsaraan hidup. Ratu Adil yang dinanti-nantikan itu terdapat dalam catatan Jangka Jaya Baya. Kaum pergerakan mempergunakan ramalan tersebut untuk memberikan semangat rakyat melawan penjajahan.

Referensi: Jaya Baya dan berbagai sumber.
[full-post]

Ketika lagi asyik blogwalking, ada sebuah komentar yang cukup panjang di blog sebelah. Saya pikir rajin banget nih orang nulis komentar satu paragraf sendiri, padahal yang lain hanya menulis komentar pendek sekedar basa-basi. Setelah aku telusuri ternyata sebuah blog berbahasa Jerman yang dibuat sejak tahun 2001 (tujuh belas tahun lalu), sejak blogger masih milik Pyra Labs (1999-2003) dengan desain template tahap awal.


Meskipun diawal ngeblog masih sangat jarang menulis (setahun hanya 1 postingan), sempat juga vakum2 tahun (2004-2006). Namun sejak 2006 sampai sekarang sang pemilik blogger cukup aktif menulis. Isi postingan-nya pun konsisiten, tentang foto-foto boneka beruang dan taman, juga seputar kehidupannya sehari-hari. Profil blog dibuat tahun 2006, sedangkan Pyra Labs diakuisisi oleh Google tahun 2003.
[ads-post]
Lumayan buat kita masih bisa melihat blog lawas dengan desain lawas, setidaknya memuaskan rasa 'kepo' tentang gaya dan kehidupan blog jaman bahula 😀

Cek TKP nya DISINI

Kain tenun lurik merupkan alah satu jenis kain khas dari Jogja, selain kain batik. Proses pembuatan kain tenun lurik masih dikerjakan secara tradisional dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Ada beberapa sentra kerajinan kain lurik di kota Jogja, salah satunya usaha tenun Tugu Mas. Usaha tenun milik Bp. Indro berada di Kampung Joyonegaran. Ada beragam motif yang dibuat di rumah tenun ini dengan kualitas sangat bagus dan harga yang kompetitif. Dengan bahan lurik, kita juga bisa berkreasi membuat baju berbagai model. Bisa dibuat casual maupun pakain resmi untuk dikenakan di kantor.
[ads-post]

Saat ini selain  batik kain lurik juga mulai diwajibkan untuk dikenakan tiap hari jumat bagi karyawan guru maupun PNS di kota Jogjakarta. 
|*YMS

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.