Dongeng Tentang Reformasi - Bagian 2


Aksi Para Badut

Sesungguhnya aku sangat malez (pake z) ngomong soal politik. Tapi kondisi negeri tercinta akhir-akhir ini memang mengkhawatirkan. Semua ini akibat ulah para badut politik yang sudah tidak lucu lagi.

Cita-cita reformasi dahulu untuk mengkoreksi segala praktek yang keliru yang dilakukan rezim Orde Baru. Terutama semangat memberantas KKN (Korupsi-Kolusi-Nephotisme. Redistribusi kekuasaan agar tidak hanya bertumpu pada kewenangan pusat (Jakarta) melalui otonomi daerah. Kebebasan menyampaikan pendapat dan mengkritik jalannya pemerintahan, dan banyak lagi cita-cita muluk lainnya.

Namun sayang apa hendak dikata?...Reformasi hanyalah menjadi tenda sirkus yang besar tempat para badut politik menunjukkan kemahirannya berkhianat atas cita-cita mulia reformasi. Semua yang dulu dianggap buruk di masa pemerintahan Soeharto, tanpa malu-malu lagi dipraktekkan dan dilanggengkan. Apa yang dulu sudah bagus di jaman Pak Harto, justru malah di-eliminir.


Negara terkotak-kotak, otonomi daerah hanya menghasilkan dinasti-dinasti raja kecil yang korup, pers dan jurnalis hanya jadi buzzer partai politik sang pemilik media. Kedaulatan ekonomi terenggut, kemandirian bangsa terkoyak dan pembangunan berjalan tanpa arah.

credit image: www.desktopimages.com

Heru Notodirjo

Seorang Pirografer & Blogger. Bersama sahabat terbaik; LN. Idayani, mendirikan art studio "Java Sketsa; house of pyrography" pada bulan Mei 2017. Dan akhir Maret 2018 mendirikan www.JogjaHarmoni.com untuk promo-online UKM di Kota Yogyakarta.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Instagram