Dongeng Tentang Reformasi - Bagian 2


Aksi Para Badut

Sesungguhnya aku sangat malez (pake z) ngomong soal politik. Tapi kondisi negeri tercinta akhir-akhir ini memang mengkhawatirkan. Semua ini akibat ulah para badut politik yang sudah tidak lucu lagi.

Cita-cita reformasi dahulu untuk mengkoreksi segala praktek yang keliru yang dilakukan rezim Orde Baru. Terutama semangat memberantas KKN (Korupsi-Kolusi-Nephotisme. Redistribusi kekuasaan agar tidak hanya bertumpu pada kewenangan pusat (Jakarta) melalui otonomi daerah. Kebebasan menyampaikan pendapat dan mengkritik jalannya pemerintahan, dan banyak lagi cita-cita muluk lainnya.

Namun sayang apa hendak dikata?...Reformasi hanyalah menjadi tenda sirkus yang besar tempat para badut politik menunjukkan kemahirannya berkhianat atas cita-cita mulia reformasi. Semua yang dulu dianggap buruk di masa pemerintahan Soeharto, tanpa malu-malu lagi dipraktekkan dan dilanggengkan. Apa yang dulu sudah bagus di jaman Pak Harto, justru malah di-eliminir.


Negara terkotak-kotak, otonomi daerah hanya menghasilkan dinasti-dinasti raja kecil yang korup, pers dan jurnalis hanya jadi buzzer partai politik sang pemilik media. Kedaulatan ekonomi terenggut, kemandirian bangsa terkoyak dan pembangunan berjalan tanpa arah.

credit image: www.desktopimages.com
Labels:
[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.