Dongeng Tentang Reformasi - Bagian 1



Refleksi Diri di Bulan Reformasi

Tidak terasa sudah 20 tahun reformasi digulirkan di negri tercinta ini. Yang aku rasakan hanyalah penyesalan dan penyesalan. Rasanya malu jika teringat 20 tahun lalu saya dan istri (waktu itu kami masih pacaran) rajin ikut demo sana-sini mendukung gerakan reformasi. Berharap akan kehidupan yang lebih baik dan segera tercapai kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sibuk mendukung demo dan gerakan reformasi demi kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu nanti.

Tapi siapa yang bisa meramal masa depan?. Siapa yang kala itu bisa tahu jika pada akhirnya negri tercinta ini jatuh ketangan para petualang dan para makelar politik?. Membangun dinasti keluarga, merampok harta negara, memupuk kekuasaan diatas penderitaan rakyat. Politikus dan partai politik sekarang tidak lebih baik dibanding dulu sebelum reformasi. Bahkan menurutku lebih kurang bermoral dibanding dulu (kalau bilang tidak bermoral rasanya kok terlalu kasar). Hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Pengabdian pada bangsa dan negara tak lagi bermakna jika hanya sebuah pencitraan demi melanggengkan kekuasaan. Harapan rakyat kecil seperti saya ini kembali padam. Ini reformasi atau reformati??

Those who make peaceful revolution impossible, will make violent revolution inevitable.  -John F. Kennedy-
Mereka yang membuat revolusi damai mustahil, akan membuat revolusi kekerasan menjadi tidak terhindarkan.

image credit:reddit.com

Heru Notodirjo

Seorang Pirografer & Blogger. Bersama sahabat terbaik; LN. Idayani, mendirikan art studio "Java Sketsa; house of pyrography" pada bulan Mei 2017. Dan akhir Maret 2018 mendirikan www.JogjaHarmoni.com untuk promo-online UKM di Kota Yogyakarta.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Instagram