Minggu, 25 Desember 2016

Ketika Bunda Sakit

Betapa kagetnya Eka sepulang sekolah mendapati ibunya terbaring lemah diatas tempat tidur di kamar beliau. "Apa yang sedang terjadi?"tanya hatinya. Tampak raut muka sedih kedua adiknya yang duduk disamping ranjang tempat ibundanya terbaring. "Apa yang terjadi dengan Bunda?"tanya Eka lirih sambil mendekat dan memegangi tangan ibunya.

"Ohh...Ibu nggak apa-apa nak...hanya sedikit capek dan badan terasa lemas,..masuk angin mungkin,"jawab ibu menenangkan putra sulungnya itu. "Maaf, hari ini Ibu belum sempat masak karena tadi ibu tidak pergi ke pasar," lanjut ibu. "Tidak apa-apa Bu...biar Eka dan adik-adik yang mengerjakannya....Ibu istirahat dulu aja,"kata Eko berusaha menghibur hati bundanya.
   
Eka dan kedua adiknya bersepakat berbagi tugas untuk membantu ibu mereka. Kedua adiknya bergotong royong menanak nasi, sedang Eka sendiri langsung menyahut peralatan pancingnya. Dengan lincah kedua kakinya menyusuri jalanan ujung kampung menuju sebuah sungai kecil. Sejurus kemudian mata kail berumpan cacing itupun tenggelam dalam air, siap dimangsa ikan-ikan sungai. "Yes..hari baik!"teriak Eka dalam hati ketika jorannya mulai terasa berat karena se-ekor ikan mas mulai menyambar umpannya. Betapa girang wajah Eka karena satu persatu ikan berhasil dia pancing. "Asyik...hari ini pesta ikan nich..,"gunamnya. Setelah dirasa cukup untuk hari ini, ia pun segera pulang.

         Senyum lebar kedua adiknya menyambut hangat kepulangan Eka. "Wah, dapet ikan banyak banget!"seru adik terkecilnya. "Iya...ikannya besar-besar lagi!"timpal adik satunya. Setelah ikan-ikan tersebut dibersihkan dan dilumuri bumbu bawang campur sedikit garam,masuklah dalam penggorengan.

"Aduhhh ..... harum sekali.....pasti enak nich". "Iya..kak Eka kan pintar masak". Begitu celotehan adik-adiknya tidak sabar ingin segera menyantap ikan mas goreng. Mendengar ribut-ribut di dapur dan tertarik dengan bau harumnya ikan goreng, ibu pun keluar dari kamar dan berjalan pelan menuju dapur.

"Tinggal bikin sambal kok Bu," demikian kata Eka ketika melihat ibunya muncul di dapur.Senyum bangga sang ibupun tersungging, melihat putra-putrinya belajar mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri. Siang itu, mereka pun pesta ikan dan kebahagiaan senantiasa menyelimuti di rumah keluarga sederhana itu.

ilustrasi-java harmony

Bagikan ke:

Jangan lewatkan

Ketika Bunda Sakit
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

Silahkan beri komentar atau saran. [no spam.. no live link]. Thanks!
Untuk menyisipkan gambar, gunakan <i rel="image"> ... URL GAMBAR ... </i>