Berburu Hantu

Siang ini aku dan adikku, Sakti, menunggu kedatangan seorang sahabat karib, Hany namanya. Kita sudah janjian mau merencanakan sesuatu sepulang sekolah. Ya...kami ingin tahu soal hantu yang beberapa hari ini menggemparkan seisi kampung tempat tinggalku. Beberapa orang mengaku telah melihat sesosok bayangan putih muncul dari rerimbunan pepohonan pisang.  

Kabar ini cepat sekali menyebar sehingga banyak para ibu yang resah dan anak-anak menjadi takut bermain di luar rumah. Siang ini aku dan Hany ingin mencari tahu kebenaran kabar tersebut. Sebenarnya aku ingin pergi berdua saja dengan Hany, tapi adikku ingin sekali ikut karena dia baru sedikit memiliki teman bermain.
 
"Hai Intan!...maaf ya nunggunya lama..,"kata Hany ketika nongol di depan pagar dengan dandanan rambut dikepang dua. "Ah nggak apa-apa....gimana?jadi 'kan?"tanyaku sambil membuka pintu pagar."Ya jadi dong...kan aku dah sampai sini. Eh...Sakti mau ikut ya?emang dia berani?"tanya Hany."Iya Han...kasihan dia nggak ada yang ngajak main,"jawabku berharap dia setuju."Oke...ndak apa-apa....ayo kita berangkat!"seru Hany. Bergegas kami bertiga menuju pojok kampung, tempat dimana konon bayangan hantu itu sering terlihat oleh beberapa orang. 

Hanya beberapa menit kami telah sampai di dekat sebuah rumah kosong yang telah lama sekali tidak berpenghuni. Rumah tua itu kondisinya sudah rusak berat karena tidak terawat dan terlihat sangat angker. Apalagi letaknya diujung kampung dan dekat pepohonan pisang serta banyak tanaman liar yang sangat rimbun, sangat jarang orang yang lewat disekitar sini."Ugh...serem juga ya Tan..,",bisik Hany,hampir tak terdengar. "Nanti kalau hantunya ketangkap mau dibikin apa ya...?"tanyaku pada Hany agak lirih."Ehm...dibikin sop aja...,"bisik Sakti."Huuh...emangnya sosis dibikin sop,"jengkel juga aku denger celetukan adikku. Hany cekikikan. 

Bertiga kami mengendap-endap dibalik rerimbunan tanaman perdu dekat sebuah pohon besar. Bagaikan detektif yang sedang bertugas melakukan pengintaian. Lama kami menunggu apa yang akan terjadi disekitar rumah angker itu. "Hihihi..!!..hihii...hihihi..!".Kaget kami bertiga ketika tiba-tiba mendengar suara tawa cekikikan desertai munculnya sosok bayangan putih dari balik pepohonan pisang. Semua menahan napas dan merinding melihat sosok putih besar berkelebat masuk ke rumah tua itu."Mbak...aku takut...takut mbak...,"isak adikku menangis sambil menutup muka dengan kedua tangannya.Aku pegang pundak Hany karena sedikit takut juga. "Gimana ini Han..??tanyaku dengan nada bergetar menahan rasa takut."Ahh...tanggung Tan, ayo kita tangkap!"sahut Hany bersemangat."Sakti sembunyi disini saja ya,"lanjutnya. "Haaayooo..hayooo....huaa...!!haayooo....!"aku dan Hany berteriak-teriak tak karuan sambil mengejar sesosok bayangan putih itu. Sosok misterius itupun terkejut dan menoleh ke arah kami. Terlihat wajah seramnya sambil menyeringai dan tertawa cekikikan; "hihihi...hihihi..hihihi...!".Lalu bayangan putih itu berusaha lari. Tapi baru beberapa langkah terdengar suara 'gedebuk!'. Sosok putih itu rupanya terjatuh ketika berlari karena kakinya terjerat kain putih mirip jubah yang dia kenakan. Sejurus kemudian dia berusaha bangkit lagi dan melepas jubah kain putihnya, kemudian berlari lagi sambil teriak-teriak; "setan...tolong! ada setan...tolong....tolong....hihihihiiii...". Kami berdua melongo melihat siapa dibalik kain putih tadi. Ya,sudah tidak asing lagi bagi kami,dia orang gila dari kampung tetangga yang sering jalan kesana kemari menyusuri jalan-jalan dikampung kami. 


Betapa kagetnya aku ketika memungut kain putih yang ditinggalkan 'hantu' tadi. "Lho?Han?...ini kan mukena bundaku yang minggu lalu hilang dari jemuran?!"aku terheran campur geli. Sakti pun mendekat dan ikut memastikan,"ho'oh mbak!...ini mukena ibu yang kemarin dijemur terus hilang.....wah diambil orang gila to?!". "Hahahaaa...hahahaa...,"kami bertiga tertawa, ternyata hantunya hanya orang gila yang memakai mukena. "Hahaha....masak ada hantu pocong kok kainnya dibordir motif bunga...,"seloroh Hany. "Hahaha....ahahah...!!"kami bertiga kembali tertawa sambil beranjak dari rumah kosong itu untuk kembali pulang.

Rr. Intan Larasati

Assalamualaikum..Terimakasih atas kunjungannya di blog ini. Jika ada pertanyaan atau pesan, jangan ragu menghubungi kami melalui Sms | Wa : 0822-4281-4035 Jam: 9pagi - 9malam WIB.

Comments
0 Comments

No comments:

Post a Comment

Instagram