Adu Kereta Cepat

Demi meraih simpati Pemerintah Indonesia dalam proyek kereta cepat, Jepang dan China bersepekat melakukan lomba adu kereta cepat dari Stasiun KA Tugu Yogyakarta  ke Stasiun Gambir Jakarta-PP, dengan membawa full penumpang. Dengan penuh kesombongan mereka pun meminta agar salah satu kereta api Indonesia diikut-sertakan, sebagai pembanding. Maka dikeluarkanlah serangkaian gerbong KA besutan Balai Yasa Yogyakarta yang terkenal sebagai satu-satunya bengkel dan pabrik kereta api di Indonesia.
Pak Menteri pun berdiri di peron dan siap memberikan aba-aba. Tampak ketegangan di wajah masinis kereta Jepang maupun kereta China. Para penumpangnya pun menahan nafas karena baru pertama kali akan merasakan naik kereta super cepat. 

Pak Slamet, masinis asli Jogja, nampak naik ke ruang masinis, menyalakan mesin yang dibarengi dengan kepulan asap hitam pekat, kemudian turun lagi dan ngopi-ngopi nyantai di bangku peron. Demikian juga calon penumpangnya, tampak ada yang berseliweran, naik-turun gerbong, pegang-pegang body kereta, dan ada juga yang duduk-duduk di atas tikar di peron stasiun sambil menikmati teh panas dari termos yang dibawanya.

Tepat jam 8 pagi start dimulai dan kereta cepat Jepang dan China pun langsung melesat meninggalkan stasiun Tugu menuju Jakarta. Menurut aturan lomba, sampai di Jakarta harus menurunkan penumpang dan menaikkan penumpang baru dari stasiun Gambir menuju Jogja. 

Sesuai perhitungan, menjelang jam 3 sore kereta api super cepat dari Jepang dan China nampak akan memasuki stasiun Tugu, sepulang dari Jakarta, dalam waktu yang hampir bersamaan.

Alangkah terkejutnya kedua masinis asing itu tatkala melihat kedepan, nampak masinis kereta Indonesia hanya senyam-senyum sambil mengepulkan asap rokok, yang berbaur dengan asap hitam kereta yang kian pekat saja seperti barusan melakukan perjalanan jauh. Dan lebih mengherankan lagi bagi kedua masinis itu, dengan mata kepala sendiri, keduanya melihat tumpah ruahnya penumpang yang melambai-lambaikan tangan alias daag-daag...daag-daag. Nampak jelas terlihat seperti sedang merayakan sebuah kemenangan besar!.

Sambil terheran-heran dan penuh rasa malu dua masinis asing itupun berkata kepada pak Menteri;'Maaf Tuan Menteri, tampaknya Anda tidak memerlukan memakai teknologi kami. Terbukti kereta Anda lebih cepat tiba ke stasiun, sampai kami pun tak mampu mengetahui kapan kereta itu mendahului kami'. 

Pak Menteri pun terdiam, sampai sang Kepala Stasiun berbisik lirih di telinga beliau;' Paak...kereta kita sudah selesai pemanasan mesin dan siap diberangkatkan....'.

ilustrasi foto:
- www.lensaindonesia.com
- www.okezone.com

Heru Notodirjo

Seorang Pirografer & Blogger. Bersama sahabat terbaik; LN. Idayani, mendirikan art studio "Java Sketsa; house of pyrography" pada bulan Mei 2017. Dan akhir Maret 2018 mendirikan www.JogjaHarmoni.com untuk promo-online UKM di Kota Yogyakarta.

2 comments:

  1. kereta adu cepat, tapi ndak berangkat. heran indonesiaku. menang kebetulan aja.

    ReplyDelete
  2. Itulah hebatnya Indonesia yah...
    Cerita ini mirip kayak adu cepatnya si siput dan kacil.

    ReplyDelete

Instagram