Pengalaman Bisnis Online 1

yunims di workshop java harmony
    Saya ingin sedikit berbagi cerita kepada sahabat semua tentang pengalaman berjualan secara online. Tentu saja tiap bisnis punya caranya sendiri-sendiri untuk menjalankannya. Semuanya punya keunikan sendiri. Sejak 5 tahun lalu kami mencoba memulai menggunakan internet sebagai media promosi dan inilah rangkuman pengalaman saya;

Awalnya kami memiliki akun FB secara personal. Kemudian kami juga coba membangun Fan Page. Fans kami sangat sedikit. Dari yang sedikit itupun respons (transaksi) yang kami harapkan juga nihil. Jangankan transaksi, tiap update status saja yang kasih jempol (like) juga miskin banget. Respon yang bagus kami dapatkan dari FB yang bersifat personal. Pesanan datang dari bekas teman-teman sekolah/ kuliah. Juga dari sahabat-sahabat baru yang sudah lama menjalin pertemanan di FB sehingga terbangun KEPERCAYAAN. Setahun lebih berjalan fanpage kami tutup karena buang-buang energi, sementara akun FB kami yg lebih personal sudah bisa diandalkan untuk lebih intensif berpromosi karena mendapat banyak respon positif.

Lima tahun membangun sebuah blog respon yang kami harapkan berupa transaksi.....NOL!!. Lima tahun Beb!!..SATU REPELITA di jamannya Eyang!!!. Tapi tentu saja kami tidak akan menutup akun blog kami. Memang tujuan dari Pengembang Blogger awalnya tidak untuk berjualan, tapi hanya sharing tentang apa saja yang ada di sekitar kita dan berbagi pengetahuan. Tapi belakangan makin banyak pengguna blogger yang menjadikannya sebagai media promosi juga. Meski belum pernah ada transaksi yang datang dari blog, tapi masih tetap bermanfaat untuk etalase online kami. Karena tidak semua pelanggan kami bisa datang ke workshop, mereka bisa melihat produk-produk yang pernah kami buat. Link blog kami kirim melalui sms kepada para sahabat dan calon pelanggan lainnya. Tentu saja atas permintaan mereka sendiri yang ingin melihat produk apa saja yang pernah kami buat. Jadi keberadaan blog sebagai katalog online sangat efektif bagi kami.

Saya membikin akun twitter sejak beberapa bulan lalu. Tapi jujur saya sangat malas menjaring calon pelanggan melalui twitter. Ada 2 alasannya (dan ini berkaitan dengan karakter orang kita):

   A. Kebanyakan kalangan artis yang banyak di-follow (ini juga berlaku secara global).

    B. Kebanyakan akun esex-esex yang mendapat banyak followers
Bahkan perusahaan-perusahaan besar (termasuk media) yang investasi dan omsetnya segede gaban pun hanya ada beberapa gelintir followers. Apalagi orang kecil macam saya, akan lebih sulit merebut perhatian (dalam artian positif dan bukan sekedar menebar sensasi).

Sampai detik ini saya masih belum yakin ingin berpromosi melalui twitter, jangan-jangan hanya akan buang-buang energi seperti nasib Fan Page kami yang sudah almarhum. Saya tak mau lagi sibuk menfollow sana-sini dan akhirnya....kelelahan sendiri.

Tapi mau menghapusnya kami juga ragu. Setiap saya ketik kata kunci tertentu yang berkaitan dengan produk kami di pencarian gambar gugel, profil twitter saya selalu ikut nongol dideretan atas...LLLAAHHH??!!

Baru sebulanan ini saya membuat akun di instagram. Tentu saja angka followernya masih jauh dibawah garis kemiskinan. Tapi jujur saja, saya merasa lebih nyaman, bisa memajang foto produk dengan penataan yang lebih baik. Pengunjung juga lebih dimudahkan dalam melihat karya kreatif kami melalui smartphone mereka, tak harus mencari-cari album foto seperti di FB. Alasan lainnya adalah, saya tak harus selalu hidup dalam kubangan sampah status seperti di FB. Memang terkadang kita juga butuh lingkungan yang bersih walau hanya lingkungan maya sekalipun. Jadi instagram saya akan jalan terus sesuai perkembangan hape android yang makin mewabah.

Sudah terlalu panjang postingnya...sebaiknya kita sambung ke bagian 2 aja ya...untuk menuju kesimpulan. Silahkan klik di sini.

pengalaman tentang bisnis di internet

Labels:
[facebook]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.