Rabu, 29 Juli 2015

Drawing with Simple Sewing Machine

drawing with sewing machine

     You can embroider use simple sewing machine. Prepare the canvas and hoop. You can use regular thread to sew clothes. Draw the pattern on canvas according to your wishes. Set the machine gear down. Set properly so as not to impede movement of your hand.




Put a spongy layer on the bottom. And sew with random movements.


Embroidery painting ready made into a bag. Combine with dark-colored canvas.




Don't forget to create a layer inside and a small pouch.


Now you have a unique bag that there is only one in the world.



You can also create a embroidery painting for a bag with a dark-colored canvas.

Baca selengkapnya

Senin, 27 Juli 2015

Cara Melukis Bordir

Volkswagen Embroidery Paint

Pada umumnya cara membordir dengan mesin bordir Juki itu sama saja. Saya hanya sekedar berbagi tahapan melukis bordir yang biasa saya lakukan.

1. Menyiapkan kanvas, pemidang/hoop (frame berbentuk bulat) dan mulai membuat sketsanya.


2. Memberikan warna dasar terlebih dahulu untuk area yang lebih dominan warnanya.


3. Setiap mengganti warna benang, jangan lupa bersihkan sisa benang bawah yang ada di sebaliknya.


4. Mulai membuat detilnya


5. Biasanya saya menuliskan nama dan tanggal pembuatan di bagian bawah kanan. Meskipun lukisan bordir tidak mudah untuk diduplikat orang, saya tetap merasa perlu mencantumkan nama di karya-karya saya. Siapa tahu besok jadi pelukis bordir terkenal. Amin.


6. Memasang lapisan spon curdoroy di bagian belakang untuk menutup benang bagian belakang biar hasilnya lebih rapi. Fungsi spon ini sangat penting untuk menguatkan kesan timbul 3 dimensi di bagian tertentu lukisan. Pilih obyek yang ingin ditonjolkan dan bordir di bagian garis tepi obyek bersama lapisan spon-nya.


 7. Untuk memudahkan perawatan, saya menambahkan kain dan dijahit membentuk kolongan untuk tempat memasukkan tali elastik. Dengan demikian lukisan bordir mudah untuk dilepas-pasang kembali ke frame-nya. Jadi jika lukisan itu sudah sangat kotor, Anda bisa mencuci dan menjemurnya sampai kering. Bisa juga setelah dicuci, lukisan disetrika dengan cara melepaskan/memutus tali kolongnya lebih dulu. Selesai menyetrika tali elastik (atau tali lainnya) bisa dipasang kembali dengan bantuan peniti yang dipasang disalah satu ujung tali ketika memasukkan tali ke dalam kolongan.


8. Lukisan bordir siap digantungkan di dinding dengan cara mencantolkan pada paku di bagian celah sekrup frame.

Baca selengkapnya

Awal Belajar Membordir

busana lurik dengan hiasan bordir      Saya belajar membordir sudah sejak 15 tahun lalu. Awalnya hanya ingin membantu istri saya yang membuka modiste di rumah. Istri saya sering bermasalah dengan ketidak-tepatan waktu dalam menyelesaikan baju pesanan pelanggan yang minta diberi asesoris bordir. Kami sudah sering berpindah-pindah langganan tukang bordir. Namun semuanya selalu molor jika kita memasukkan orderan.

    Pada akhirnya saya memutuskan untuk membeli mesin bordir merek Juki di tahun 2000 dan mulai belajar sendiri. Ternyata memang susah!!!. Tidak semudah kalau saya melihat para tukang bordir beraksi. Terpaksa saya mengambil kursus bordir di Kota Gede, Yogyakarta. Materi program ada 10x pertemuan. Namun saya baru mengikuti 3x pertemuan dan memutuskan berlatih sendiri di rumah karena kesibukan saya dan tidak bisa secara rutin datang ke tempat kursus. Bahkan peralatan saya tinggal di tempat kursus.

    Setelah kami merasakan sendiri susahnya membordir dan lamanya proses pengerjaan, kami tak pernah komplain lagi jika tukang bordir langganan kami agak sedikit molor dalam menyelesaikan pesanan baju bordir kami.
Baca selengkapnya

Embroidery Art is My Passion

ethnic embroidery

     Dari sekian banyak kegiatan saya, ternyata membuat lukisan bordir adalah kegiatan paling menyenangkan. Saya bisa melukis baik menggunakan mesin bordir manual ataupun memakai mesin jahit biasa.

     Jika sudah didepan mesin, saya tahan melukis dari subuh sampai hampir subuh lagi. Hanya jeda untuk shalat, makan dan mandi.

menggunakan mesin bordir Juki
pakai mesin jahit biasa
Baca selengkapnya

Pengalaman Bisnis Online 2

mengikuti bazar lokal
     Artikel ini lanjutan dari posting bagian pertama. Bagi Anda yang belum membacanya silahkan klik di sini. Ok..kita lanjut lagi Mas Brew..


5. BBM dan WA
Dua media online tersebut bisa kami andalkan. Mungkin karena komunikasi yang terbangun juga lebih personal sehingga ada semacam kedekatan emosi. Dari perasaan persahabatan yang lebih dekat dan hangat tersebut secara perlahan terbangun rasa saling percaya. Sehingga tiap saya menjadikan foto produk terbaru sebagai DePe, ada saja respon dan order yang datang. Alhamdulillah!.

6. Situs Jual-Beli
Ada 3 situs jual beli yang kami ikuti sejak sebulan terakhir. Dua dilakukan oleh seorang teman (Tokopedia dan Bukalapak) dan satu saya handle sendiri di OLX. Dua akun yang dibuat teman saya di Tokopedia dan Bukalapak kondisinya memprihatinkan (hicks!). Angka dilihat hanya satu digit!!. Tapi di OLX, angka dilihat mencapai ratusan untuk tiap iklan yang kami pasang. Memang baru 3 item produk yang kami coba aplud, tapi rasa optimis terbangun untuk lebih mengintensifkan lagi promo-promo kami dimasa datang termasuk memanfaatkan layanan premiumnya, mengingat peluangnya lebih terbuka untuk kami. Transaksi hanya soal menunggu waktu saja. Jika kami lebih tekun di OLX, pasti terbangun rasa percaya dari calon konsumen.

7. Bazar dan Pameran
Inilah media offline yang paling ampuh. Kami sering ditugasi baik dari Disperindag Yogyakarta maupun Pemerintahan Kelurahan dan Kecamatan tempat kami tinggal untuk mengikuti berbagai pameran. Jangan meremehkan bazar-bazar lokal, karena kalau di lingkup kecil saja kita gagal, untuk meningkat ke skala lebih luas akan lebih sulit. Promo offline ini juga kami manfaatkan untuk menyebar (baik lewat kartu nama dan leaflat) alamat-alamat situs online kami. Dengan begitu calon konsumen masih bisa melihat katalog produk kami secara online meski pameran sudah bubar dan dimanapun mereka berada. Sejujurnya harus saya akui jika pengakses situs blog kami lebih banyak dari promo-promo offline semacam ini ketimbang orang-orang yang lagi asyik blogwalking trus terpeleset di depan toko online kami. Blogwalking dan koment sana-sini?...udah kami lakukan...ampe terengah-engah malah. Tapi menunggu koment balik rasanya seperti melihat sinetron melodrama (plus pas adegan mengiris-iris brambang/bawang merah)..Ngeres!!

Kesimpulan:
Kesimpulan ini saya khususkan untuk diri saya sendiri, tapi bisa juga Anda jadikan refleksi. Handle-lah sesuai kemampuan sendiri. Saya pernah kemaruk (serakah) dengan ikut di berbagai sosmed. Bahkan pernah ikut di sosmed ajang cari jodoh dengan memakai foto tas bikinan saya untuk foto profil (dan langsung ditendang oleh admin karena tidak sesuai dengan ToS). Akhirnya semua membuat saya merasa letih. Belum lagi kerjaan-kerjaan di dunia nyata jadi sedikit crowded. Saya sudah bertobat dan hanya melakukan apa yang benar-benar bisa saya handle (kecuali bisnis saya sudah besar dan memiliki teamwork dimana tiap orang bertanggung jawab atas promo di satu sosmed, maka tobatnya batal demi hukum). Produk saya bukan produk massal, baru sebatas homemade kecil yang lebih cocok promo di media online yang lebih simple namun efektif. Saya lebih selektif sekarang dan punya rumusan tersendiri:
Blog sebagai katalog online (juga instagram) + FB (personal) untuk menambah pelanggan dan situs jual beli OLX + WA(juga BBM dan Sms) untuk menyelesaikan deal-deal transaksi. Produk saya habis melalui cara itu, bahkan antrian pesanan masih bertumpuk saat saya menulis artikel ini.
Sedikit sosmed tapi bisa terbangun KEPERCAYAAN atara kita dengan calon customer, jauh lebih baik daripada aktif di banyak sosmed tapi sebenarnya buang-buang energi (dan juga pulsa).

Maaf jika saya belum bisa berpura-pura jadi seorang blogger yang sukses. Saya sharing pengalaman apa adanya saja. Semoga ada hikmah positif  yang bisa dipetik untuk kita semua. Amin.
Trimakasih sudah menyimak balada blog-ku hari ini....gimana balada-mu Beb??.
Baca selengkapnya

Pengalaman Bisnis Online 1

yunims di workshop java harmony
    Saya ingin sedikit berbagi cerita kepada sahabat semua tentang pengalaman berjualan secara online. Tentu saja tiap bisnis punya caranya sendiri-sendiri untuk menjalankannya. Semuanya punya keunikan sendiri. Sejak 5 tahun lalu kami mencoba memulai menggunakan internet sebagai media promosi dan inilah rangkuman pengalaman saya;


Awalnya kami memiliki akun FB secara personal. Kemudian kami juga coba membangun Fan Page. Fans kami sangat sedikit. Dari yang sedikit itupun respons (transaksi) yang kami harapkan juga nihil. Jangankan transaksi, tiap update status saja yang kasih jempol (like) juga miskin banget. Respon yang bagus kami dapatkan dari FB yang bersifat personal. Pesanan datang dari bekas teman-teman sekolah/ kuliah. Juga dari sahabat-sahabat baru yang sudah lama menjalin pertemanan di FB sehingga terbangun KEPERCAYAAN. Setahun lebih berjalan fanpage kami tutup karena buang-buang energi, sementara akun FB kami yg lebih personal sudah bisa diandalkan untuk lebih intensif berpromosi karena mendapat banyak respon positif.

Lima tahun membangun sebuah blog respon yang kami harapkan berupa transaksi.....NOL!!. Lima tahun Beb!!..SATU REPELITA di jamannya Eyang!!!. Tapi tentu saja kami tidak akan menutup akun blog kami. Memang tujuan dari Pengembang Blogger awalnya tidak untuk berjualan, tapi hanya sharing tentang apa saja yang ada di sekitar kita dan berbagi pengetahuan. Tapi belakangan makin banyak pengguna blogger yang menjadikannya sebagai media promosi juga. Meski belum pernah ada transaksi yang datang dari blog, tapi masih tetap bermanfaat untuk etalase online kami. Karena tidak semua pelanggan kami bisa datang ke workshop, mereka bisa melihat produk-produk yang pernah kami buat. Link blog kami kirim melalui sms kepada para sahabat dan calon pelanggan lainnya. Tentu saja atas permintaan mereka sendiri yang ingin melihat produk apa saja yang pernah kami buat. Jadi keberadaan blog sebagai katalog online sangat efektif bagi kami.

Saya membikin akun twitter sejak beberapa bulan lalu. Tapi jujur saya sangat malas menjaring calon pelanggan melalui twitter. Ada 2 alasannya (dan ini berkaitan dengan karakter orang kita):

   A. Kebanyakan kalangan artis yang banyak di-follow (ini juga berlaku secara global).

    B. Kebanyakan akun esex-esex yang mendapat banyak followers
Bahkan perusahaan-perusahaan besar (termasuk media) yang investasi dan omsetnya segede gaban pun hanya ada beberapa gelintir followers. Apalagi orang kecil macam saya, akan lebih sulit merebut perhatian (dalam artian positif dan bukan sekedar menebar sensasi).

Sampai detik ini saya masih belum yakin ingin berpromosi melalui twitter, jangan-jangan hanya akan buang-buang energi seperti nasib Fan Page kami yang sudah almarhum. Saya tak mau lagi sibuk menfollow sana-sini dan akhirnya....kelelahan sendiri.

Tapi mau menghapusnya kami juga ragu. Setiap saya ketik kata kunci tertentu yang berkaitan dengan produk kami di pencarian gambar gugel, profil twitter saya selalu ikut nongol dideretan atas...LLLAAHHH??!!

Baru sebulanan ini saya membuat akun di instagram. Tentu saja angka followernya masih jauh dibawah garis kemiskinan. Tapi jujur saja, saya merasa lebih nyaman, bisa memajang foto produk dengan penataan yang lebih baik. Pengunjung juga lebih dimudahkan dalam melihat karya kreatif kami melalui smartphone mereka, tak harus mencari-cari album foto seperti di FB. Alasan lainnya adalah, saya tak harus selalu hidup dalam kubangan sampah status seperti di FB. Memang terkadang kita juga butuh lingkungan yang bersih walau hanya lingkungan maya sekalipun. Jadi instagram saya akan jalan terus sesuai perkembangan hape android yang makin mewabah.

Sudah terlalu panjang postingnya...sebaiknya kita sambung ke bagian 2 aja ya...untuk menuju kesimpulan. Silahkan klik di sini.
Baca selengkapnya

Senin, 13 Juli 2015

Bakul Jamu (WH-095-ET)

etnic embroidery art-bakul jamu 01

Sold! Code: WH-095-ET. Diameter: 24cm (9.5"). Price: 250K IDR + Postage. Material: Embroidery on canvas.

      Penjual jamu gendong masih bisa sering kita jumpai. Mereka biasanya menyusuri lorong-lorong kampung pinggiran kota. Keberadaan para penjual minuman tradisional itu sangat patut kita hargai.
English
Traditional herbal drinks seller can still be encountered. They are usually down the halls suburban villages. We should give appreciation the existence of them to maintain the tradition.



Herb Drinks Seller Embroidery Painting

Anda bisa lihat lukisan dengan gaya cerita etnik lainnya di sini.

For more info or have any questions, please feel free to contact us;
Call/Sms/Wa : 0822 4281 4035 (jam: 9pagi-9malam WIB)
                       +6282242814035 (9am-9pm; West Indonesia Time)
Pin BBM        : 53BB9678
or Send Email via Contac Form at Sidebar Blog
Baca selengkapnya

Minggu, 12 Juli 2015

Bakul Dawet (WH-094-ET)

lukis bordir etnik bakul dawet 01

Sold! Code: WH-094-ET. Diameter: 24cm (9.5"). Price: 250K IDR + Postage. Material: Embroidery on canvas.

      Membuat lukisan bordir yang menceritakan masa kecil yang indah adalah hal yang sangat saya sukai. Teringat dulu suka membeli es dawet pikul di pasar kecil dekat rumah. Namun sayang pasar kampung itu telah lama hilang ditelan jaman.
English
Embroidery painting that talk about my happy childhood is something I like. Remembering i bought ice "dawet" in a small market near my house almost every day. I paid him with a leaf. He was not angry because after that he went to my house and told my mother. Of course my mom paid him with the real money. But unfortunately , at this moment the village market that has been long lost age.


lukisan bordir bakul dawetLukisan Bordir Bakul Dawet 01

Ethnic Embroidery Art

Anda bisa lihat lukis bordir lain bergaya cerita etnik di sini.

For more info or have any questions, please feel free to contact us;
Call/Sms/Wa : 0822 4281 4035 (jam: 9pagi-9malam WIB)
                       +6282242814035 (9am-9pm; West Indonesia Time)
Pin BBM        : 53BB9678
or Send Email via Contac Form at Sidebar Blog
Baca selengkapnya