Skip to main content

Rina Pangestu


Pyrography gaya karikatur dengan ukuran 27cm x 37cm (ukuran gambar sebelum dipasang frame. Bahan dari papan yang disambung berjajar.

 

Comments

Popular posts from this blog

Layang-Layang Raksasa

Hari ini merupakan hari yang mendebarkan hatiku. Ya, Sabtu ini merupakan hari terima rapot semester ganjil. Ayah pergi ke sekolah untuk mengambil buku raporku, beliau mengajak adik, sedangkan aku tinggal di rumah bersama bunda. Ketika aku mulai merasa jenuh menunggu kedatangan ayah dan adikku, tiba-tiba mataku menatap sebuah layang-layang besar milik ayah yang tersimpan di gudang belakang rumah. Layang-layang besar itu sering dipakai untuk lomba oleh ayah bersama teman-temannya. Sebuah layang-layang besar berbentuk burung elang terbuat dari bahan parasut dengan kerangka fiber yang kuat.

"Hmm...belum pernah aku diajak Ayah memainkan layangan itu, .....gimana ya rasanya main layangan besar....nggak ada salahnya aku coba daripada cuman bengong aja sejak tadi," begitu pikirku. Diam-diam layang-layang itu aku ambil dengan hati-hati supaya tidak ketahuan bunda. "Huuh....repot juga bawa layangan sebesar ini," gerutuku sambil berjalan ke lapangan dekat persawahan, tempat an…

Lukis Wajah dengan Teknik Bordir

Tulisan kali ini kami ingin berbagi kepada Anda tentang kegiatan menangani pesanan lukis wajah dengan teknik bordir. Segera setelah negosiasi via whatsapp mencapai kesepakatan soal ukuran lukisan dan harga, biasanya kami mengerjakannya sesuai urutan antrian pemesanan.
Biasanya pesanan lukis wajah dengan teknik bordir berukuran sekitar 40cm x 30cm mampu kami selesaikan dalam waktu setengah sampai satu hari pengerjaan (untuk skets dan bordirnya-diluar waktu kirim). Ukuran lukisan lebih besar dari itu bisa selesai dalam 2-3 hari.
Dibawah ini contoh salah satu pesanan yang baru-baru ini kami kerjakan;
1. Kami menerima kiriman foto yang akan dilukis dari para pemesan melalui WA (jika foto tidak terlalu jelas biasanya kami minta dikirim foto beresolusi tinggi-diatas 1MB- melalui email kami di javaharmony[at]gmail.com.

2. Langsung kami buat sketsa diatas kain/kanvas menggunakan pensil. Ditahapan ini biasa terjadi salah gores dan hapus, sama seperti orang membuat sketsa wajah.

3. Langkah berikutny…

Cara Melukis Bordir

Pada umumnya cara membordir dengan mesin bordir Juki itu sama saja. Saya hanya sekedar berbagi tahapan melukis bordir yang biasa saya lakukan.
1. Menyiapkan kanvas, pemidang/hoop (frame berbentuk bulat) dan mulai membuat sketsanya.

2. Memberikan warna dasar terlebih dahulu untuk area yang lebih dominan warnanya.

3. Setiap mengganti warna benang, jangan lupa bersihkan sisa benang bawah yang ada di sebaliknya.

4. Mulai membuat detilnya

5. Biasanya saya menuliskan nama dan tanggal pembuatan di bagian bawah kanan. Meskipun lukisan bordir tidak mudah untuk diduplikat orang, saya tetap merasa perlu mencantumkan nama di karya-karya saya. Siapa tahu besok jadi pelukis bordir terkenal. Amin.

6. Memasang lapisan spon curdoroy di bagian belakang untuk menutup benang bagian belakang biar hasilnya lebih rapi. Fungsi spon ini sangat penting untuk menguatkan kesan timbul 3 dimensi di bagian tertentu lukisan. Pilih obyek yang ingin ditonjolkan dan bordir di bagian garis tepi obyek bersama lapisan spon-nya.

Pesan Ngenes Gugel Ples

Sehabis lihat serial Abad Kejayaan (ANTV) mata belum juga ngantuk, iseng-iseng buka google plus yang memang jarang aku buka (soalnya lemot banget, ngabisin waktu!). Aku lihat-lihat pos2 yang pernah aku bagikan sambil ngintip siapa-siapa yang kasih +1 di tiap posting update. Termasuk update statusku yang tidak mendapat +1 pun aku balik tuk melihat detilnya. 

     Tapi betapa kagetnya aku lihat tulisan pesan dari G+ untuk status yang tidak mendapat komentar maupun +1. "Banyak omong, tapi tidak ada tindakan. Teruslah berbagi!". Untuk semua status yang tidak ada respon komentar mapun klik +1 akan mendapat pesan itu disebaliknya. Aku termenung dan heran, di gugel memperkerjakan ribuan orang, dan diantara mereka tentulah ada yang ahli bahasa. Nilai kalimat itu negatif dan bermakna kasar bagi orang kita. Itu kalimat cemoohan!. Bahasa adalah rasa!. Coba kita terjemahin dalam bahasa daerah kita masing-masing (Banyak Bacot Lu-Betawi, Kokehan Crewet Kowe-Jawa, Kokehan Nyongor-Jatim…

Sejarah Singkat Pirografi

Pirografi (pyrography, pyrogravure) atau disebut juga 'woodburning' sudah ada sejak jaman pra-sejarah. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani yang artinya  'menulis dengan api' (pur=api, graphos=menulis). Menggambar adalah salah satu metode manusia pra-sejarah dalam bercerita dan berkomunikasi. Setelah penemuan penting yaitu api, maka pembakaran dengan menggunakan bahan kayu pun mulai terbangun. Sisa-sisa pembakaran kayu/ arang digunakan untuk membuat pola-pola dan lukisan di dinding gua. Sayangnya karya seni tersebut tidak bisa permanen.
Setelah manusia mulai mengenal logam dan menggunakannya sebagai peralatan untuk pelbagai keperluan (misal; mata tombak dan anak panah untuk berburu, dsb) maka mulailah digunakan alat pirografi sederhana berupa logam yang dipanaskan/dibakar. Mereka menorehkannya ke lembaran kulit binatang, kayu dan tulang. Metode menggambar secara primitif dengan menggunakan logam yang langsung dipanaskan ke bara api ini sangat mereka sukai hingga era M…