Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2016

Berburu Hantu

Siang ini aku dan adikku, Sakti, menunggu kedatangan seorang sahabat karib, Hany namanya. Kita sudah janjian mau merencanakan sesuatu sepulang sekolah. Ya...kami ingin tahu soal hantu yang beberapa hari ini menggemparkan seisi kampung tempat tinggalku. Beberapa orang mengaku telah melihat sesosok bayangan putih muncul dari rerimbunan pepohonan pisang.

Kabar ini cepat sekali menyebar sehingga banyak para ibu yang resah dan anak-anak menjadi takut bermain di luar rumah. Siang ini aku dan Hany ingin mencari tahu kebenaran kabar tersebut. Sebenarnya aku ingin pergi berdua saja dengan Hany, tapi adikku ingin sekali ikut karena dia baru sedikit memiliki teman bermain.

"Hai Intan!...maaf ya nunggunya lama..,"kata Hany ketika nongol di depan pagar dengan dandanan rambut dikepang dua. "Ah nggak apa-apa....gimana?jadi 'kan?"tanyaku sambil membuka pintu pagar."Ya jadi dong...kan aku dah sampai sini. Eh...Sakti mau ikut ya?emang dia berani?"tanya Hany."Iya Han…

Pesta Rambutan

Hari ini aku dan Hani akan bermain ke rumah Nabila. Dia mengajak kami untuk pesta rambutan, yang langsung dipetik dari pohonnya. Sampai di rumah Nabila ternyata sudah ada Nanda dan mbak Nova, dan tentu saja Nabila yang telah menunggu. Kami saling mengucapkan salam ketika bertemu. Ya, kami semua teman satu kampung dan juga teman satu sekolah. "Ayo!...kita langsung petik saja," ajak Nabila. Dengan cekatan temanku itu meloncat dan menaiki pohon rambutan. Tampak dia sudah terbiasa memanjat pohon itu. "Ayo Intan ikutan naik dong...bantuin aku!" seru Nabila kepadaku. Meski sedikit grogi karena harus panjat pohon rambutan yg cukup tinggi, akupun segera meloncat keatas, meniti batang pohon rambutan dengan hati-hati. "Hei lihat!..ada monyet!" teriak mbak Nova sambil menunjuk kearahku. "Hahaha...hahaha...," teman-temanku tertawa semua melihatku bergelantungan di pohon rambutan.
Nabila melemparkan rambutan-rambutan itu kebawah, dimana Hani berusaha menangka…

Legenda Berdirinya Kota Jogja

Suatu ketika seorang pekatik (tukang cari rumput untuk kuda-kuda milik raja) sedang mencari rumput di hutan Beringan. Ia merasa haus dan berusaha mencari tempat-tempat air, tetapi sulit didapat meskipun telah berjalan kesana-kemari. Ketika itu ia melihat sekawanan

burung kuntul yang sedang terbang menuju ke suatu tempat. Pekatik itu pun menduga-duga bahwa kawanan burung kuntul tersebut tentulah sedang menuju rawa atau sungai, ataupun paling tidak ke sebuah mata air. Maka ia pun bergegas menuju ke tempat arah burung-burung kuntul tadi terbang.

Benar saja dugaan pekatik itu, sampailah ia pada sebuah kolam yang berlimpah dan jernih airnya. Pekatik itupun berniat meminum air tersebut. Namun tiba-tiba ia dikejutkan oleh kemunculan seekor ular yang sangat besar."Hai, janganlah engkau lari tukang sabit!" kata siluman ular naga itu ketika melihat si pekatik ketakutan dan hendak melarikan diri. "Aku adalah Kyai Jaga, yang menjaga keselamatan hutan Beringan ini. Sampaikan kepada ra…

Main di Sungai

Hari minggu adalah saat yang paling menyenangkan untuk bermain bersama teman-teman. Aku, Hani, Arum dan Sifa asyik bermain di sungai. Kami senang sekali bermain di sana. Ketika sedang asyik bermain air, tiba-tiba saja Arum berteriak; "Aaaa....aduh!. Pandangan kami semua tertuju ke arahnya. Ternyata seekor kepiting sungai mencapit jari tangan Arum. Katanya tidak terlalu sakit, hanya mengeluarkan sedikit darah dari bekas capitan kepiting itu. Dia tadi menjerit karena kaget saja. Kami semua tertawa dan menganggapnya lucu. Walau sebenarnya kasihan juga si Arum.
Saat hari sudah sore aku dan teman-temanku pulang ke rumah masing-masing. Beberapa hari kemudian aku menceritakan pengalaman bermain di sungai kepada Bunda. Sebenarnya aku takut membicarakannya kepada Bunda, karena aku mengira tidak diperbolehkan bermain di sungai. Eh...ternyata boleh!
ilustrasi-java harmony

Coloring Pyrography

Pada dasarnya seni lukis pirografi hanya berupa warna-warna hasil pembakaran permukaan papan kayu. Namun seiring permintaan para pemesan, kami pun mewarnai sedikit di bagian-bagian tertentu pada lukisan pirografi kami.
Ada yang menginginkan pewarnaan di bagian dekoratifnya, sedang wajah tidak diwarnai. Namun ada pula yang sebaliknya, bagian wajah diwarnai sedang bagian latar belakang tetap pirografi dengan warna natural.
Ada juga yang menginginkan full color pyrography, baik bagian wajah maupun hiasan dekoratifnya. Semua bergantung pada selera dan keinginan pemesan.

Dalam pewarnaan kami menggunakan pencil warna faber castell. Warna tetap awet karena kami menggunakan 'clear' sampai 3-5 kali semprotan/lapisan agar lukisan awet dan tidak luntur serta berjamur.
Masih banyak contoh pesanan yang telah kami buat dan bisa Anda lihat di Gallery blog ini.

Ketika Bunda Sakit

Betapa kagetnya Eka sepulang sekolah mendapati ibunya terbaring lemah diatas tempat tidur di kamar beliau. "Apa yang sedang terjadi?"tanya hatinya. Tampak raut muka sedih kedua adiknya yang duduk disamping ranjang tempat ibundanya terbaring. "Apa yang terjadi dengan Bunda?"tanya Eka lirih sambil mendekat dan memegangi tangan ibunya.

"Ohh...Ibu nggak apa-apa nak...hanya sedikit capek dan badan terasa lemas,..masuk angin mungkin,"jawab ibu menenangkan putra sulungnya itu. "Maaf, hari ini Ibu belum sempat masak karena tadi ibu tidak pergi ke pasar," lanjut ibu. "Tidak apa-apa Bu...biar Eka dan adik-adik yang mengerjakannya....Ibu istirahat dulu aja,"kata Eko berusaha menghibur hati bundanya.
Eka dan kedua adiknya bersepakat berbagi tugas untuk membantu ibu mereka. Kedua adiknya bergotong royong menanak nasi, sedang Eka sendiri langsung menyahut peralatan pancingnya. Dengan lincah kedua kakinya menyusuri jalanan ujung kampung menuju sebuah s…

Hobi Baru Bernama Pyrography

Sejak akhir bulan November dan awal Desember ini, saya coba kesenangan baru yaitu melukis dengan teknik pirografi. Secara pengertian sederhananya pirografi adalah aktifitas melukis diatas papan kayu (bisa juga kulit maupun kertas tebal) memakai unsur panas api maupun memakai besi panas.
Ke-isengan beberapa minggu lalu terus berlanjut tampaknya. Karena tanpa diduga karya saya sudah mulai mendapat respon. Dari Fb sudah mulai ada permintaan / pesanan.


Sebenarnya peralatan untuk melukis pirografi harganya cukup mahal. Sayang di Indonesia tidak ada yang jual. Mesti beli secara online dari luar negri dengan kisaran harga diatas 5 jutaan. Tapi kita orang Indonesia gak kurang akal, saya modifikasi sendiri solder 80watt jadi alat gambar. Dipadukan dengan solder uap (blower) yang dulu saya beli seharga 800an ribu rupiah (12 tahun lalu sampai sekarang masih awet). Kalo beli solder uap model sekarang emang sudah lebih murah, 450ribuan rupiah, tapi cepet jebol dalam hitungan bulan.

Meski peralatan ya…

Layang-Layang Raksasa

Hari ini merupakan hari yang mendebarkan hatiku. Ya, Sabtu ini merupakan hari terima rapot semester ganjil. Ayah pergi ke sekolah untuk mengambil buku raporku, beliau mengajak adik, sedangkan aku tinggal di rumah bersama bunda. Ketika aku mulai merasa jenuh menunggu kedatangan ayah dan adikku, tiba-tiba mataku menatap sebuah layang-layang besar milik ayah yang tersimpan di gudang belakang rumah. Layang-layang besar itu sering dipakai untuk lomba oleh ayah bersama teman-temannya. Sebuah layang-layang besar berbentuk burung elang terbuat dari bahan parasut dengan kerangka fiber yang kuat.

"Hmm...belum pernah aku diajak Ayah memainkan layangan itu, .....gimana ya rasanya main layangan besar....nggak ada salahnya aku coba daripada cuman bengong aja sejak tadi," begitu pikirku. Diam-diam layang-layang itu aku ambil dengan hati-hati supaya tidak ketahuan bunda. "Huuh....repot juga bawa layangan sebesar ini," gerutuku sambil berjalan ke lapangan dekat persawahan, tempat an…